Badung, baliwakenews.com
Puluhan anggota Asosiasi Penyelengara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) di Kutsel dikumpulkan oleh Camat Kutsel. Hal ini menindaklanjuti kelugan warha terkait kondisi kabel yang semrawut di beberapa wilayah di Kutsel. Sebanyak 25 pemilik provider di Kutsel hadir untuk membahas penanganan potensi kabel terputus dan estetika kondisi kabel tersebut. Bukan itu saja, rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh pihak PLN dan PDAM Badung.
Camat Kutsel, Ketut Gede Arta diminta komentarnya mengatakan, pertemuan tersebut untuk menindaklanjuti hasil pengecekan kondisi kabel fiber optik, kabel PLN, PDAM dan LPJ yang telah dilaksanakan Selasa (1/9) sebelumnya. Karena di beberapa kawasan dinilai kondisinya masih semrawut sehingga dikeluhkan warga. Seperti di wilayah Jimbaran, Pecatu, Benoa. “Untuk masalah PDAM dilaksanakan di banjar Anggasari dan Jimbaran, dimana kendalanya adalah terkait keberadaan jaringan induk. Sedangkan untuk LPJ, beberapa kondisi tiangnya ada yang keropos. Jadi ini kami komunikasikan langsung untuk ditindaklanjuti,”ujar Mantan Lurah Benoa ini Jumat (4/9).
Terkait keberadaan kabel fiber optik yang selama ini menuai keluhan di masyarakat, Gede Arta meminta ke Apjatel agar menghimpun diri di grup utilitas Kutsel sehingga memudahkan koordinasi dan melakukan perbaikan sistem. “Perbaikan tersebut menyangkut tentang penanganan masalah, sehingga potensi adanya keluhan bisa segera mendapatkan tindaklanjut maksimal 2×24 jam dan tidak sampai berlarut-larut,” tegas mantan Sekcam Kuta ini. Apabila keluhan tidak mendapatkan respon cepat, maka petugas tramtib yang akan mengambil tindakan karena itu menyangkut gangguan estetika dan kenyamanan wilayah.
“Kami juga minta Apjatel menyusun rencana kerja rutin yang berskejul, sehingga ini tidak asal rapat saja, melainkan ada output yang dihasilkan. Grup ini jangan hanya berorientasi pada penanganan masalah, tapi juga potensi juga dimanfaatkan terkait perawatan, pembenahan, upaya memberikan layanan yang optimal, tentunya itu akan sekaligus menjaga estetika,” tegasnya.
Seusai berkoordinasi, moment tersebut juga dimanfaatkannya untuk melakukan survey lapangan melihat kondisi dan mengidentifikasi kabel yang terpasang dan yang perlu ditindaklanjuti. BWN-04































