Kesiman, Sumerta Kaja dan Pemecutan Kaja Masuk Zona Merah

0
DATA COVID - Data penyebaran covid-19 di Kota Denpasar

Denpasar,baliwakenews.com

Pemerintah Kota Denpasar kembali memperbarui data pasien positif covid-19. Berdasarkan data dari https://safecity.denpasarkota.go.id/id/covid19, per tanggal 9 April 2020, pukul 22.00 Wita, kasus positif covid-19 telah mencapai 20 kasus. Jumlah ini, mengalami peningkatan hingga 100 persen dibandingkan data hari sebelumnya, yakni hanya 10 kasus positif covid-19.

Dengan adanya tambahan kasus positif ini, jumlah wilayah yang masuk kategori zona merah juga bertambah. Berdasarkan data yang disajikan di situs tersebut secara akumulatif, Denpasar kini memiliki 15 zona merah dari 43 desa/kelurahan yang ada. Desa/kelurahan itu, yakni Panjer (1), Sanur (1 sudah sembuh), Padangsambian Kaja (2 dengan 2 sembuh), Pemogan (2 dengan 1 sembuh), Sanur Kauh (1), Dauh Puri Kelod (1), Tegal Kertha (1), Tonja (2), Kesiman (1), Penatih (1), Ubung Kaja (1), Peguyangan Kangin (1 sembuh), Ubung (1 sembuh), Sumerta Kaja (1), dan Pemecutan Kaja (1). Terdapat 2 pasien luar Denpasar, yang menggunakan alamat di Denpasar juga dicatat dalam data itu, dan sudah sembuh.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, yang dikonfirmasi, Jumat (10/4), mengatakan positif covid-19 baru terkorfirmasi datanya. Karena itu, Pemkot Denpasar mengimbau warga Kota Denpasar lebih disiplin lagi dan terus menerapkan jaga jarak fisik, cuci tangan dengan sabun dengan air mengalir, serta ke luar rumah. ”Masa inkubasi sekarang, masyarakat tetap harus menjaga jarak dan pemerintah terus berupaya menekan laju penyebaran virus ini,” kata Dewa Rai.

Ditambahkan Dewa Rai, kebanyakan kasus yang positif covid-19 ini tertular dari daerah terjangkit, baik itu baru pulang dari negara maupun daerah yang terkena covid-19. ”Karena itu, pihak keluarga terdekat melakukan isolasi mandiri karena kontak dengan yang positif menjadi orang dengan pemantauan (ODP). Jadi ikuti protokol kesehatan,” harapnya. BW-02

Aplikasi Chatbot, Mudahkan Pelayanan Administrasi Kependudukan Di Tengah Pandemi Covid-19

0
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Badung A.A Ngurah Arimbawa

Mangupura,baliwakenews.com

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung, meluncurkan aplikasi chatbot (layanan obrolan virtual). Tujuannya untuk memudahkan dalam melayani masyarakat, di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Untuk menggunakan aplikasi ini, masyarakat bisa “berinteraksi” dengan chatbot melalui nomor hotline 08970531571.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Badung A.A Ngurah Arimbawa, Jumat (10/4) mengatakan, berdasarkan uji coba selama 2 minggu ini Ada 15 permohonan yang bisa dilayani melalui aplikasi chatbot ini. Meliputi pencetakan KTP elektonik dengan rata rata pelayanan perhari 80 permohonan dan langsung cetak, penerbitan Suket (surat keterangan) dengan rata rata pelayanan per hari 5 permohonan dan langsung cetak, penerbitan identitas penduduk non permanen dengan rata rata pelayanan per hari 1 permohonan dan langsung cetak, penerbitan SKTT (Surat Keterangan Tempat Tinggal) WNA dengan rata rata pelayanan per hari 3 permohonan dan langsung cetak, penerbitan KK dengan rata rata pelayanan per hari 35 permohonan dan langsung cetak 6, penerbitan KIA dengan rata rata pelayanan per hari 15 permohonan dan langsung cetak, konsolidasi data dengan rata rata pelayanan per hari 5 permohonan dan langsung cetak, penerbitan surat pindah keluar dengan rata rata pelayanan per hari 2 permohonan dan langsung cetak, penerbitan Akte Kelahiran dengan rata rata pelayanan per hari 5 permohonan dan langsung cetak, penerbitan 3 in 1 Akte Perkawinan dengan rata rata pelayanan pe rhari 80 permohonan dan langsung cetak, penerbitan 3 in 1 Akte Kelahiran dengan rata rata pelayanan per hari 60 permohonan dan langsung cetak, penerbitan 3 in 1 Akte Kematian dengan rata rata pelayanan per hari 7 permohonan dan langsung cetak, penerbitan Akte Perceraian dengan rata rata pelayanan per hari 1 permohonan dan langsung cetak, penerbitan KK WNA baru/pindah datang dengan rata rata pelayanan per hari 2 permohonan dan langsung cetak, penerbitan Akte Kematian dengan rata rata pelayanan per hari 1 permohonan dan langsung cetak.

Lebih lanjut mantan Camat Kuta Utara ini mengatakan, diluncurkannya aplikasi chatbot ini untuk memudahkan memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Pemerintah sudah mengimbau agar menerapkan social distancing dalam mencegah covid-19. Jadi, kami membuat yang namanya aplikasi chatbot, sehingga masyarakat tidak perlu ke luar rumah, cukup mengurus administrasi dari rumah,” katanya.

Arimbawa menyatakan, penerapan aplikasi chatbot mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan Secara Daring, Surat Edaran Dirjen Dukcapil, Surat Edaran Gubernur Bali No 7194 Tahun 2020 tentang Panduan Tindaklanjut Terkait Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid 2019) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Surat Edaran Bupati Badung No 183 Tahun 2020 tentang Panduan Tindaklanjut Terkait Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid 2019) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Surat Pemberitahuan Sekda Kabupaten Badung No 184 Tahun 2020, dan Surat Himbauan Sekda No 470/836/Dukcapil/2020. “Aplikasi ini akan terus kami sempurnakan kedepannya, sehingga benar-benar memberikan kepuasan terhadap masyarakat baik dari segi waktu maupun teknis pelaksanaannya,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu Kepala Lingkungan yang memanfaatkan aplikasi chatbot mengatakan bahwa pelayanan aplikasi ini sebagai bagian dari pelayanan daring sangat bagus dalam mendukung kebijakan pemerintah terutama penerapan social distancing maupun physical distancing guna mencegah penyebaran Covid-19. Disamping itu dari segi waktu sangat efektif karena selaku kaling, pihaknya tidak perlu lagi ke puspem untuk mengurus administrasi warganya tapi cukup dari rumah sehingga dapat mengerjakan tugas-tugas lainnya. BW-05

Pantai Sanur Dibatasi untuk Warga

0
PANTAI SANUR DIBATASI - Akses Pantai Sanur, Denpasar Selatan yang dibatasi Desa Adat Sanur bersama Kelurahan Sanur guna memutus mata rantai covid-19.   

Denpasar, baliwakenews.com

Dsa Adat Sanur bersama Kelurahan Sanur, mengambil sikap dengan melakukan pembatasan bagi pengunjung maupun warganya yang akan berekreasi di Panta Sanur. Pembatasan akses pantai yang ada di wilayah Sanur ini, guna memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19.

Bendesa Adat Sanur, Ida Bagus Paramarta, Jumat (10/4), mengatakan untuk sementara pihaknya membatasi akses ke pantai yang ada di wilayah Sanur. Pembatasan ini, berlaku bagi mereka yang hendak melakukan rekreasi di pantai, seperti untuk mandi atau rekreasi lainnya.

Dikatakan Paramarta, kegiatan lainnya berupa angkutan sembako ke Nusa Penida masih tetap bisa dilakukan. Bila warga Nusa Peninda pulang kampung masih bisa. Demikian pula kegiatan adat dan keagamaan , seperti nganyut masih diperbolehkan. “Ini merupakan keputusan rapat beberapa waktu lalu,” ujar Paramarta.

Hal senada juga dikatan Lurah Sanur, IB Raka Jisnu. Pihaknya mengatakan akibat merebaknya wabah covid-19 berdampak pada penutupan Pantai Kuta dari aktivitas wisatawan. Karena itu, Sanur akhirnya menjadi pilihan bagi wisatawan untuk berkunjung ke pantai. Karena dalam kondisi covid-19, maka dilakukan langkah antisipasi. Langkah ini, dilakukan dengan membatasi aktivitas warga yang ingin rekreasi ke pantai di wilayah Sanur. ”Untuk aktivitas warga yang mencari mata pencaharian di Pantai Sanur masih tetap diperbolehkan, seperti nelayan tidak ada larangan. Sifatnya hanya membatasi aktivitas yang bersifat rekreasi,” ucap Raka Jisnu.

Ditanya waktu pembatasan ini, Raka Jisnu, menyatakan menuruti imbauan dari pemerintah. Bila sudah diputuskan covid-19 tidak lagi menyebar, maka akan dibuka kembali. Langkah ini semata untuk memutus penyebaran covid-19 yang kini meresahkan warga. BW-02

Ini Lima Usaha yang Tumbuh di Tengah Corona

0
Masyarakat Denpasar saat berkerumun membeli masker dan handsanitizer.

Denpasar, baliwakenews.com
Memandang dampak kemunculan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 secara utuh, kita akan melihat ada dampak positif terhadap bidang bisnis. Ini ditandai dengan kemunculan berbagai jenis usaha yang memberi solusi ditengah tragedi yang mengerikan ini. Dari fenomena tersebut, Baliwakenews.com merangkum sebanyak lima usaha yang tumbuh di tengah kemunculan Covid-19 di Bali. Usaha ini tidak jauh-jauh dari kepentingan pencegahan penyebaran Covid-19.

Pertama, jual masker kain. Penjual masker kain dadakan saat ini tidak sulit ditemukan, apalagi di Denpasar. Mereka berada hampir di seluruh tempat keramaian, seperti pasar, parkiran, hingga lapangan. Bahkan, ada warga yang berjualan di pinggir jalan dengan menjajakan masker di mobil muatan. Seperti dijumpai Baliwakenews.com di Jl. Hayam Wuruk, di depan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tak beroperasi. Lapak dadakan ini pun diserbu warga, salah satunya ojek online.

Selain karena masker mulut menjadi kebutuhan, lapak ini diserbu karena di spanduk lapak itu bertuliskan “Obral Masker Harga Grosir Murah Meriah Rp.5000/pcs”. Kedua, jual sanitasi tangan. Keberadaan cairan sanitasi ini seakan sepaket dengan masker, sehingga banyak pedagang yang menjual masker dan juga cairan sanitasi dengan botol siap pakai, seperti yang dilakukan Gek Atu. Bahkan ia kerap kewalahan persediaan, sehingga calon pembeli memesan terlebih dahulu.

“Sanitaser yang 60 ml, harga jual Rp.35.000 hingga Rp.40.000,” ujarnya saat ditemui di Denpasar. Ia mengatakan, tertarik untuk berjualan sanitaser dan masker awalnya untuk memudahkan keluarga dan sahabatnya yang juga membutuhkan. Kemudian berkembang, setelah dirinya mengunggah foto sanitaser dan masker di sosial media, sehingga banyak yang berminat untuk memesan. Ketiga, jasa semport disinfektan. Di Bali, peluang usaha ini mulai muncul ke permukaan.

Para penyedia jasa ini umumnya menyediakan layanan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari skala rumah tangga hingga tempat usaha dan perkantoran. Harganya relatif murah, masih di angka ratusan ribu, bergantung luasan lokasi yang disemprotkan. Informasi tentang jasa ini mudah di dapatkan, mulai dari website ataupun sosial media, marketplace. Keempat, yakni jualan kuliner. Usaha ini memang terkesan lumrah. Namun saat ini muncul berbagai kuliner kreatif,.

Ini dilakukan agar usaha kuliner memiliki ciri khas. Seperti iklan bandeng presto yang dijual oleh seorang warga Denpasar, Iwan. Ikan bandeng yang akan dijual pun kualitas super, mulai dari kegurihannya hingga ukuran ikan. Alhasil, usaha tersebut banjir pesanan yang berasal dari keluarga, tetangga, kerabat atau pelanggan baru. “Ya harga murah saja, ada yang kecil mulai dari Rp.25 ribu, berikutnya ada Rp.35 ribu juga. Kami juga siap antar untuk jumlah pesanan terentu,” kata Iwan.

Kelima, jasa kurir. Di tengah keterbatasan aktifitas ke luar rumah, masyarakat cenderung akan memanfaatkan jasa kurir untuk mengirim barang. Jasa kurir ini mulai banyak disediakan berbagai usaha, contohnya depo pengisian air minum isi ulang. Di Denpasar, peluang usaha ini tiada putusnya, bahkan relatif meningkat. Putu, Seorang pengelola depo air minum di Kota Denpasar, mengakui bahwa sejak masyarakat lebih sering di rumah, omsetnya meroket, bahkan kerap kewalahan.

“Ya lumayan meningkat, sejak ada Corona,” ujar Putu. Lantaran mengirim dengan motor, ia mengaku dapat mengambil langganan di lingkup perumahan termasuk pemukiman di jalan gang. Untuk efesiensi pengiriman, ia juga menyediakan produk lain berupa gas melon. “Harga ngambil sendiri sama saja dengan harga kalau gas dikirim, Rp.20 ribu. Untuk air isi ulang, Rp.5000,” ungkapnya. Untuk memaksimalkan pengiriman, pengisian air dibantu oleh istrinya. (BW-06)

Ajak Warga Terapkan PHSB Satgas GR Covid 19 Desa Adat Kerobokan Sambangi Belasan Pasar

0
Satgas GR Covid 19 Desa Adat Kerobokan saat menyasar belasan pasar di Kerobokan.

Kerobokan, baliwakenews.com
Gerakan memerangi penyebaran Covid 19 kini bergelora di Kerobokan.
Tim Satuan Tugas (Satgas) Gotong Royong (GR) Gotong Royong (GR) Covid-19 Desa Adat Kerobokan bahkan terus turun menyambangi belasan pasar yang ada di sana.
Uniknya tim Satgas yang turun lengkap dengan APD, sehingga mengundang perhatian pedagang dan pembeli.
Selain menyerahkan bantuan masker dan hand sanitizer, Satgas ini juga memasang pamflet dan spanduk untuk mengedukasi masyarakat agar menerakan Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHSB) di lingkungan mereka.
“Kami sudah menyasar 12 Pasar dari 14 pasar yang ada,” ujar Kasatgas GR Covid 19 Desa Adat Kerobokan, AA Bagus Bayu Joni Saputra dihubungi, Jumat (10/4).
Gung Bayu memaparkan gerakan yang dilakukan ersebut untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang lagi mewabah. Selain itu juga untuk mengingatkan kesadaran pedagang dan pembeli yang beresiko tinggi tertular virus ini. Termasuk juga berpotensi membawa virus ke keluarga mereka.
“Pasar merupakan potensi penyebaran virus Covid-19 yang paling besar, dimana banyak terjadi kerumunan orang diantaranya ibu-ibu dan pedagang,” imbuhnya sembari menambahkan dalam kegiatan ini pihaknya menyerahkan bantuan hand sanitaiser 50 liter dan 1000 masker.
Bukan itu saja, pihaknya juga membuka rekening yang saat ini sudah terkumpul Rp 128 jt dari partisipasi gotong royong masyarakat.
Selain itu pihaknya juga akan melakukan pembagian sembako tahap 1 ke rumah tangga tidak mampu sebanyak 100 paket. Nantinya dilanjutkan penyerahan tahap 2 juga 100 paket, sehingga total nantinya ada 200 paket atau 200 KK.
“Desa adat kerobokan terdiri dari 50 banjar yang terletak di kab badung dan kota denpasar dengan 2 desa dan 4 kelurahan. Total ada 14 pasar dan kami sudah turun di 12 pasar. Inilah yang menjadi sasaran kami,” ungkapnya.
Dalam pergerakannya ini, Satgas GR ini bersinergi dengan TNI, Polri, kelurahan, desa, kaling ,STT dan semua stake holder yang ada di Kerobokan.
Dia berharap masyarakat sadar pentingnya mematuhi imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penularan supaya virus segera berlalu dan ekonomi segera pulih.
“Kami juga menyebarkan surat dan edaran ke semua warga banjar,termasuk pemasangan spanduk,baliho dan bilboard yang berisi 14 poin penting mencegah penyebaran Covid 19. Mengimbau pengelola pasar, pedagang dan pembeli harus memakai masker, keluar masuk pasar cuci tangan dengan hand sanitizer yang disediakan wajib oleh pengelola pasar,” Pungkasnya. (WB-04)

Bantu Tanggulangi Covid-19, Fraksi Golkar di Badung Potong Gaji 75 Persen

0
FRAKSI- Ketua Fraksi Golkar Badung, IGN Saskara bersama sejumlah anggota Fraksi Golkar DPRD Badung menyerahkan bantuan dari fraksi ke ketua DPD Golkar Badung, Wayan Suyasa, Jumat (9/4).

Mangupura,baliwakenews.com

Untuk penaggulangan wabah Covid-19, Fraksi Golkar di DPRD Badung, Jumat (10/4) secara resmi melakukan pemotongan gajihnya untuk membantu kegiatan tersebut. Tak Tanggung-tanggu sebesar 75 persen gaji pokok mereka disumbangkan untuk pembelian alat pelindung diri bagi para medis yang terdepan dalam melakukan pencegahan Covid-19.  Anggota fraksi yang menyerahkan gajinya tersebut yakni Ketua Fraksi Golkar Badung, IGN Saskara,  serta sejumlah rekannya seperti Nyoman Suka, Luh Gede Mediastuti,  Nyoman Karyana, AAN Ketut Agus Nadi Putra, Wayan Suyasa dan Ketut Suweni.

IGN Saskara mengatakan, ini merupakan kepedulian bersama dalam menghadapi wabah covid-19. Dana yang dikumpulkan dari anggota fraksi ini nantinya digunakan pembelian alat pelindung diri (APD) bagi para medis yang terdepan dalam menangani wabah covid-19 di kabupaten Badung. “Saat ini baru terkumpul APD sebanyak 10 dus dan 2500 masker untuk dibagikian ke masyarakat serta para medis baik itu nanti di puskesma maupun untuk satgas penaggulangan Covid-19. Ini murni dana ini dari gaji pokok anggota fraksi untuk kemanusian,’’ujarnya.

Sementara Plt. Ketua DPD Golkar Badung, I Wayan Suyasa mengatakan , kegiatan ini bukan lah untuk mencari panggung dalam membantu masyarakat. Tapi, ini adalah bagian dari amanah Partai Golkar untuk bersama masyarakatnya bergotong-royong saling membantu saat kesusahan.”Saya sebagai Plt. Ketua Golkar Badung mengapresiasi atas inisiatif dari farksi Golkar di DPRD Badung ikut berperan dalam kegiatan kemanusiaan ini. Ini bukan saja tugas pemerintah saja, tapi juga kita bersama. Kami tetap mengimbau agar masyarakat  tetap mengikuti imbauan pemerintah mengingat jumlah kasus postif Covid-19 di kabupaten badung semakin meningkat,”terangnya. (BW-05)

Estepers Bagikan Masker ke Warga Kampial

0
Pembagian masker gratis ke warga di Seputaran Puja Mandala, Kampial, Nusa Dua oleh Estepers

Nusa Dua, Baliwakenews.com

Alumni Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) bergerak melawan penyebaran Covid 19. Caranya dengan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan di kawasan Puja Mandala, Nusa Dua.

Aksi social alumni  Sekolah Tinggi Pariwisata Bali yang sudah menjadi Politeknik Pariwisata Bali ini dipimpin langsung Ketuanya I Nyoman Sukadana, didampingi Sekjen Estepers I Made Ramia Adnyana, Indra Asmara sebagai Ketua Harian dan Direktur Poltekpar, Ida Bagus Putu serta beberapa perwakilan dari kampus Poltekpar.

Sukadana memaparkan gerakan ini sebagai wujud bhakti sosial Estepers dalam rangka menindak lanjuti program pemerintah untuk selalu menggunakan masker pada saat keluar rumah. Tujuan dari pembagian masker secera gratis ini adalah sebagai tindakan nyata untuk mensosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya menggunakan masker pada saat bepergian untuk bisa bersama-sama melindungi diri dan melindungi orang lain agar tidak terpapar Covid-19.

Estepers sambung Sukadana menyadari beberapa wilayah masih memerlukan masker. Karenanya pihaknya berinisiatif untuk menggalang dana untuk membeli masker dan kemudian membagikan secara gratis kepada masyarakat. “Pembagian masker wajah ini juga kami lakukan di area seputar kampus Poltekpar dan berpusat di Puja Mandala Kampial , Nusa Dua,” ujarnya sembari mengaku kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari bendesa adat setempat. “Semoga sumbangsih Estepers ini mampu menjadi contoh untuk anggota Alumni yang berjumlah lebih dari 18,500 orang anggota yang tersebar diseluruh Indonesia,” harapnya. WB-04

PDIP Panjer Bagikan 4.000 Liter Disinfektan

0

Panjer, baliwakenews.com

Setelah melakukan penyemprotan  beberapa kali,  kini persediaan cairan disinfektan menjadi perhatian jajaran pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ranting Panjer. Berkenaan dengan hal itu, jajaran pengurus PDIP Ranting Panjer menyerahkan bantuan 4000 liter disinfektan, Jumat (10/4/2020), di wantilan Desa Adat Panjer. Selain menyerahkan bantuan cairan disinfektan kepada kepala lingkungan,  pada saat yang sama diserahkan hand sanitizer dan jamu.

Selain pengurus partai dan masyarakat Panjer, juga  hadir dalam acara itu, anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, AA Budiarta, Ni Wayan Sari Galung,  dan seluruh   anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Denpasar, seperti Kadek Agus Arya Wibawa, I Wayan Suadi Putra, Made Setiadi, AAK Sujana.

Pemuka masyarakat Panjer yang juga anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Darsa, mengatakan bakti sosial ini menganggandeng Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Bali, Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali, Fraksi PDIP DPRD Kota Denpasar  dan pengurus  Ranting dan Anak Ranting  PDIP se- Kelurahan Panjer.

Selain menyerahkan bantuan cairan disinfektan, juga dilaksanakan penyemprotan menyasar Pasar Desa Panjer, Pura Dalem, balai banjar dan rumah-rumah warga.  Cairan disinfektan itu, nantinya akan dibagikan kepada  9 kepala lingkungan di Kelurahan Panjer.  ‘’Mudah-mudahan dengan pembagian disinfektan ini upaya  memutus rantai penyebaran covid-19 bisa terwujud lebih cepat.  Kami berharap kepada masayarakat di Kelurahan Panjer  untuk tetap selalu waspada, serta selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHSB) dan selalu  menjaga menjaga diri masing-masing. Intinya apa yang menjadi imbauan pemerintah dilaksanakan dengan baik, sehingga tak terpapar virus corona,’’ kata Darsa.

Menurut Darsa, sebelumnya juga sudah dilakukan pembagian masker dan penyemprotan disinfektan. Namun untuk memutus pandemic covid-19 ini, maka penyemprotan akan dilaksanakan secara berkesinambungan.  ‘’Kami juga tengah menyiapkan masker untuk dibagikan kepada masyarakat,’’ katanya. BW-01

Bantu PMI, Kodam IX/Udayana Gelar Donor Darah

0
Membantu PMI mengatasi kekurangan persediaan darah ditengah merebaknya pandemi Covid-19, Kodam IX/Udayana melaksanakan kegiatan sosial donor darah.

Denpasar, baliwakenews.com

Kodam IX/Udayana baik di wilayah Provinsi NTT, NTB dan Bali secara berkelanjutan melaksanakan kegiatan sosial donor darah dalam rangka membantu PMI mengatasi kekurangan persediaan darah ditengah merebaknya pandemi Covid-19 yang sedang dihadapi saat ini.

Hal tersebut disampaikan Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P., saat kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Aula Udayana Makodam IX/Udayana, Denpasar, pada Kamis (9/4/2020).

Penyebaran wabah virus corona yang terjadi hampir disebagian besar wilayah Indonesia ini sangat berdampak pada kehidupan sosial masyarakat di berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam hal ketersediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI).

Menyikapi berkurangnya ketersediaan darah yang sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat, TNI mengambil langkah cepat dengan menjalin kerjasama bersama PMI untuk melakukan aksi sosial donor darah. Termasuk kegiatan donor darah yang dilakukan di seluruh jajaran Kodam IX/Udayana dan dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan protokol penanggulangan penyebaran Covid-19.

Pendonor adalah pahlawan terutama bagi saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan darah, apalagi di tengah situasi pandemi Virus Corona (Covid-19). “Untuk itu, mari kita bersama-sama dengan penuh keikhlasan untuk mendonorkan sebagian darah kita, karena banyak pasien dengan penyakit lain yang membutuhkan darah seperti pasien penyakit kanker, anemia, dan lain sebagainya”, harap Kapendam.

Adapun hasil donor darah yang dilaksanakan Kodam IX/Udayana sampai saat ini yaitu dengan jumlah pendonor sebanyak 1.035 orang dan berhasil terkumpul mendonorkan darahnya sejumlah 191 kantong golongan darah A, 272 kantong golongan darah B, 384 kantong golongan darah O dan 71 kantong golongan darah AB. “Dari 918 kantong darah yang sudah berhasil disumbangkan tersebut, TNI dalam hal ini Kodam IX/Udayana akan selalu siap membantu untuk memenuhi kebutuhan akan darah yang dikelola oleh PMI”, tambah Kapendam. BW-06

Polda Bali Bagikan Ratusan Masker dan Hand Sanitizer di Pasar Kreneng

0
Personel Polda Bali yang terlibat dalam Operasi Keselamatan Agung-2020 membagikan masker, hand sanitizer dan helm kepada pengunjung Pasar Kreneng, Denpasar, Kamis (9/4).

Denpasar, baliwakenews.com

Personel Polda Bali yang terlibat dalam Operasi Keselamatan Agung-2020 membagikan masker, hand sanitizer dan helm kepada pengunjung Pasar Kreneng, Denpasar, Kamis (9/4). Kegiatan tersebut juga melibatkan TNI, Dishub dan petugas Pasar Kreneng.

Para Polwan keliling Pasar membagikan 500 masker, 500 botol hand sanitizer, membagikan brosur sekaligus mensosialisasikan penanganan Covid-19 yang benar. Selain itu, polisi juga membagikan puluhan helm kepada petugas kebersihan.

Kasat PJR Ditlantas Polda Bali, AKBP Leo Defretes, S.I.K., M.H. selaku Kasatgas Preventif mengatakan, Operasi Keselamatan Agung dalam rangka menekan perkembangan Covid-19 dan menciptakan Kamseltibcarlantas dilaksanakan serentak di Indonesia selama 14 hari dari tanggal 6-19 April mendatang.

Menurutnya, hal ini merupakan salah satu upaya Polri untuk mendukung dan membantu pemerintah dalam hal kemanusiaan terkait pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Polisi memberikan edukasi dan mensosialisasikan penanganan Covid-19 kepada masyarakat sehingga penyebaran virus dapat dicegah dan semakin tidak meluas. “Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Bali, mari kita menjaga kesehatan diri kita sendiri dengan menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan, menerapkan pola hidup sehat serta ikuti imbauan dan anjuran pemerintah untuk tidak bepergian atau keluar rumah kecuali ada kegiatan yang sangat penting,” ujar AKBP Leo Defretes, S.I.K., M.H.

Ditemui di lokasi, Isnaini (37) asal Banyuwangi, Jawa Timur mengapresiasi apa yang dilakukan Polda Bali dalam membantu masyarakat menekan penyebaran virus Corona. “Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini, karena sangat membantu masyarakat kecil seperti saya ini,” ucapnya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di Pasar Kreneng ini mengaku sangat resah dengan pandemi Covid-19. Ia mengaku was-was bekerja dan takut terpapar virus.

Ia bersama keluarga memutuskan untuk tidak mudik tahun ini karena mengikuti imbauan pemerintah dan kepolisian. “Mudah-mudahan wabah ini cepat berakhir, sehingga kami sebagai masyarakat kecil bisa kembali bekerja dengan nyaman seperti sebelumnya,” harap Isnaini. BW-05

Gotong Royong Cegah Covid-19, Giliran Pasar Mengwi Disasar Gde Agung

0
Anggota DPD RI, AA Gde Agung saat membagikan masker di Pasar Mengwi, Kamis (9/4/2020).

Mangupura, baliwakenews.com

Tidak hanya di Rumah Sakit Daerah Mangusada Badung yang mendapat bantuan alat pelindung diri dari anggota DPD RI, AA Gde Agung. Penglising Puri Mengwi ini juga membantu kalangan masyarakat bawah yang memutar roda ekonomi masyarakat di Kecamatan Mengwi. Pada Kamis (9/4/2020), mantan Bupati Badung tersebut membuat aksi social dengan membagikan membagikan 200 masker untuk para pedagang di areal Pasar Mengwi, Badung. Tidak hanya itu iapun menggerakan para pemuda yang ada di Puri Ageng Mengwi serta bersinergi dengan Desa Mengwi.

Anak Agung Gde Agung menegaskan, pasar menjadi salah satu lokasi dimana interaksi dan kontak fisik masyarakat terjadi dengan sangat intens sehingga setiap orang yang datang baik pedagang maupun pembeli harus waspada di tengah kondisi merebaknya covid-19. “Lewat pembagian masker ini kami menghimbau agar setiap orang meningkatkan kesadaran dan kewaspadaannya untuk tetap menggunakan masker dimana pun berada, terlebih lagi di tempat-tempat umum”, ujarnya pria yang murah senyum tersebut

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan ini juga implementasi konsep Tat Twam Asi dimana setiap orang wajib untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan tidak menularkan penyakit ke orang lain. Selain pembagian masker, Gde Agung juga membagikan disinfektan untuk penyemprotan di areal pasar sehingga diharapkan bisa memberikan kenyamanan bagi para pengunjung dan menekan penyebaran virus covid-19.W-05

Langkah Pemerintah Penuhi Kebutuhan Pokok Masyarakat di Tengah Wabah Corona

0
Presiden RI, Joko Widodo

Jakarta, baliwakenews.com

Pandemi virus korona atau Covid-19 telah memberikan dampak signifikan kepada seluruh masyarakat, mulai dari pengusaha, pegawai, pekerja pabrik, sopir taksi, sopir bus, sopir truk, kernet, pengemudi ojek, petugas parkir, para pengrajin, pedagang kecil, hingga pelaku usaha mikro. Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan perhatian besar dan memberikan prioritas utama untuk menjaga pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan meningkatkan daya beli masyarakat di lapisan bawah.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam keterangan persnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 9 April 2020. Dalam kesempatan tersebut, Presiden pun merinci sejumlah bantuan sosial yang disiapkan pemerintah guna menghadapi dampak Covid-19 bagi masyarakat.

“Pada tanggal 31 Maret yang lalu, saya telah menyampaikan kebijakan mengenai penerima manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan kepada 10 juta keluarga penerima, jumlahnya total anggarannya adalah Rp37,4 triliun. Kemudian yang berkaitan dengan Kartu Sembako diberikan kepada 20 juta penerima, per orang diberikan Rp200 ribu per bulannya dan totalnya adalah Rp43,6 triliun,” kata Presiden.

“Kemudian Kartu Prakerja yang sudah saya sampaikan yang lalu juga 5,6 juta orang (dengan) insentif pascapelatihan sebesar Rp600 ribu selama 4 bulan, anggaran yang disiapkan adalah Rp20 triliun. Kemudian juga pembebasan tarif listrik 450VA dan diskon tarif listrik untuk 900VA, yang tadi yang 450VA (sejumlah) 24 juta pelanggan dan yang 900VA (sejumlah) 7 juta pelanggan, anggaran yang disiapkan adalah Rp3,5 triliun,” imbuhnya.

Adapun dalam minggu ini, pemerintah telah memutuskan beberapa kebijakan bantuan sosial yang baru yaitu bantuan khusus bahan pokok sembako dari pemerintah pusat untuk masyarakat di DKI Jakarta. Bantuan ini dialokasikan untuk 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta KK (kepala keluarga) dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan, anggaran yang dialokasikan (sebesar) Rp2,2 triliun.

“Kemudian bantuan sembako untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diberikan kepada 1,6 juta jiwa atau 576 ribu KK sebesar Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan dengan total anggaran Rp1 triliun. Untuk masyarakat di luar Jabodetabek akan diberikan bantuan sosial (bansos) tunai kepada 9 juta KK yang tidak menerima bansos PKH maupun bansos sembako. Sekali lagi, kepada 9 juta KK sebesar Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan dan total anggaran yang disiapkan adalah Rp16,2 triliun,” jelasnya.

Di samping itu, Presiden menjelaskan bahwa sebagian dana desa juga segera dialokasikan untuk bantuan sosial di desa. Bantuan tersebut diberikan kepada kurang lebih 10 juta keluarga penerima dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan dan total anggaran yang disiapkan adalah Rp21 triliun.

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah juga akan memperkuat program padat karya tunai di kementerian-kementerian yang total anggarannnya adalah Rp16,9 triliun. Program tersebut dilaksanakan di beberapa kementerian, seperti di Kementerian Desa dengan target 59 ribu tenaga kerja.

“Kementerian PUPR dengan program padat karya tunai juga, targetnya 530 ribu tenaga kerja dengan total nilai kurang lebih Rp10,2 triliun. Kemudian di kementerian-kementerian yang lain: Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, kemudian Kementerian Perhubungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Negara menyebut bahwa Polri juga akan melaksanakan program bantuan dalam bentuk Program Keselamatan. Program tersebut seperti program Kartu Prakerja, yang mengombinasikan bantuan sosial dan pelatihan.

“Targetnya adalah 197 ribu pengemudi taksi, sopir bus atau truk, dan kernet akan diberikan insentif Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan, anggaran yang disiapkan di sini adalah sebesar Rp360 miliar,” ujarnya.

Di penghujung keterangannya, Presiden berkomitmen bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk menyisir lagi anggaran-anggaran yang tersedia untuk menambah lagi bantuan sosial, memperluas peluang kerja bagi masyarakat di lapisan bawah untuk program padat karya. Ia pun mengajak para pengusaha untuk tidak memutus hubungan kerja karyawannya di tengah pandemi ini seraya mengajak semua pihak bekerja sama.

“Kita harus sadar bahwa tantangan yang kita hadapi tidak mudah, kita harus hadapi bersama-sama. Saya mengajak para pengsuaha untuk berusaha keras mempertahankan para pekerjanya dan saya mengajak semua pihak untuk peduli kepada masyarakat yang kurang mampu dengan bergotong-royong secara nasional, kita bisa mempertahankan capaian pembangunan dan memanfaatkannya untuk lompatan kemajuan,” paparnya.

“Sekali lagi, saya ingin memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran yang bergerak di depan, dalam hal ini dokter, para perawat, tenaga medis yang berada di rumah sakit dalam kita berperang melawan Covid-19 ini. Saya memberikan apresiasi yang tinggi dan itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini,” tandasnya. BW-06

Mengintip Pengalaman Unik Para Psikolog Selama Pademi Corona

0
Nena Mawar Sari S.Psi,

Denpasar, baliwakenews.com

Mendengar profesi psikolog, umumnya akan menggiring pikiran kita kepada sosok para medis yang paham segalanya persoalan kejiwaan manusia. Mereka juga kerap disebut pahlawan mental. Di Bali, keberadaan psikolog cukup banyak. Namun tak sebanyak orang yang memanfaatkan jasa ini sebagai solusi dari persoalan kejiwaan. Ya, psikolog adalah orang yang mempelajari kejiwaan manusia, mereka dekat dengan orang yang mengalami persoalan kejiwaan seperti phobia, kecemasan, somatosasi, insomnia, depresi dan banyak persoalan kejiwaan lainnya.

Contoh tadi ternyata banyak dialami masyarakat, di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Nena Mawar Sari S.Psi,Psikolog Cht yang salah satunya menyatakan hal tersebut. Psikolog Klinis di Denpasar Mental Health Centre ini mengatakan, jumlah masyarakat yang berkonsultasi meningkat hingga 70 persen. Sebagian besar, mereka adalah orang yang yg harus di rumah, namun masalah sehari-hari trigernya (pemicu amarah) adalah orang rumah. Lalu sebagian lagi, mereka yang cemas terhadap Covid-19 dan dampaknya seperti anjloknya ekonomi.

Mengingat pemicunya beragam, kondisi mental pasien pun beragam. Sehingga penanganan masalah kejiwaan terhadap masing-masing individu tidak dapat dilakukan dengan cara sama, sebab disesuaikan dengan karakter pasien. “Beda-beda, tergantung karakternya. Ada yang bisa menerima masukan, ada yang harus diprioritaskan, ada juga yang ngeyel. Serta banyak lagi karakter yang lain,” ungkap psikolog asal Denpasar ini. Ditanya, apakah psikolog dapat mengetahui semua kondisi kejiwaan seseorang? Ia berkelakar dengan menjawab bahwa psikolog bukan dukun.

Menjelaskan jawaban tadi, Nena yang telah menekuni dunia piskolog sejak 13 tahun lalu ini, mengatakan bahwa semua penanganan pasien yang berkonsultasi harus berdasarkan penilaian, sehingga seorang psikolog dapat mengategorikan masalah kejiwaan dan metode penyembuhan. “Kita bisa juga lakukan psikoterapi kepada pasien atau klien, apabila kondisi sudah mengganggu fungsi keseharian, seperti mengganggu tidur, emosi dan pola makan,” terang Nena. Bukan tanpa kisah unik, Nena mengakui punya segudang pengalaman menarik selama menekuni profesi psikolog.

“Saat kita sendiri sedang tidak baik-baik saja, tapi dibutuhkan oleh klien. Atau saat klien jadi baper (terbawa perasaan),” jawabnya sembari tersenyum kesal. Didesak menceritakan klien yang baper, Nena mengatakan bahwa ada beberapa pasien yang malah terbawa perasaan ketika konsultasi. “Karena sebagai terapis, kadang kita memperhatikan, menasehati dan lain-lain. Jadi mereka ada yang menganggap perhatian secara personal, padahal tidak seperti itu,” terang Nena. Kendati persoalan yang dihadapi tidaklah mudah, Nena mengakui tetap nyaman menekuni profesi psikolog.

Meningkatnya masyarakat yang berkonsultasi sejak kemunculan Covid-19 juga dialami Hari Imam Wahyudi, S.Psi., Psikolog. Pendiri Dian Selaras Layanan Psikologi dan Hipnoterapi juga menyediakan layanan dalam jaringan (daring). “Ada (peningkatan), namun belum banyak masyarakat yang menghubungi berkaitan dengan Covid-19, yang saat ini menghubungi lebih kepada permasalahan pribadi dan kami menawarkan untuk konseling video call,” ujar pria asal Batu, Malang yang menetap di Denpasar ini. Kendati berlangsung secara daring, praktiknya tetap mengacu kode etik.

Secara kodek etik, kata dia, psikolog tidak boleh membuka permasalahan-permasalahan pasien kepada orang atau keluarga dekatnya tanpa persetujuan klien. Hal-hal tersebut biasanya akan disampaikan pertama kali ketika pasien bertemu dengan psikolog dengan mengisi formulir. Soal pengalaman menarik, ia mengatakan yang menjadi tantangan adalah ketika klien yang dipaksa oleh keluarga untuk konseling dan klien merasa tidak harus datang ke psikolog karena merasa tidak perlu. Sehingga proses penanganan lebih lama karena butuh pendekatan yang lebih intens.

Pengalaman lainnya, yakni ketika menangani pasien berusia anak-anak. Kata dia, tantangannya adalah bagaimana kita bisa diterima oleh mereka terlebih dahulu, dan kita harus bisa menjadi teman bermain yang mengasyikkan untuk mereka. “Dalam melakukan asesmen psikologi terhadap klien, kita harus juga memahami tentang kompetensi kita, apabila merasa kurang kompeten dalam hal ini, biasanya saya akan mereferesikan kepada rekan sejawat lain yang kompeten dalam permasalahan klien tersebut,” terang Imam.

Sama dengan Nena, Imam juga tidak menemukan alasan untuk meninggalkan dunia psikolog. Apalagi Imam, yang merupakan penikmat seni lukis. Setelah menggeluti dunia psikologi secara langsung, menurutnya psikologi adalah seni. Seni membantu manusia untuk kembali menjadi sehat secara mental, dan seni bagaimana memahami manusia yang dinamis. “Saya mengibaratkan manusia itu adalah seperti lukisan hidup, bagaimana mereka melukis dirinya dengan menggunakan potensi-potensi yang dimiliki dan mengenal potensi-potensi tersebut,” pungkas Imam. BW-06

Hari Imam Wahyudi, S.Psi

Ditengah Wabah Corona, Ribuan KPM di Badung Berhak Terima Kartu Sembako

0
Wabup Suiasa menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Pelaksanaan Pendistribusian Kartu Bantuan Sembako di Kantor Cabang Utama Bank BNI, Jalan Raya Puputan Renon Denpasar, Kamis (9/4).

Mangupura, baliwakenews.com

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Pelaksanaan Pendistribusian Kartu Bantuan Sembako yang difasilitasi oleh Anggota DPR RI Komisi VIII IGN Alit Kesuma Kelakan bertempat di Kantor Cabang Utama Bank BNI, Jalan Raya Puputan Renon Denpasar, Kamis (9/4). Turut hadir pada kesempatan tersebut Anggota Komisi I DPRD Bali I Made Supartha, Pimpinan BNI Kanwil Denpasar beserta jajaran, Kadis Sosial Badung I Ketut Sudarsana dan Kabag Humas Made Suardita.

Dalam rapat tersebut terungkap Kartu Sembako merupakan 1 dari 6 Paket Bantuan Pemerintah kebijakan Presiden Jokowi yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam masa pandemi akibat virus corona / covid-19. Keenam pantuan tersebut antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, Diskon dan Gratis Tarif Listrik, Antisipasi Kebutuhan Pokok dan Operasi Pasar dan Logistik serta Keringanan Pembayaran Kredit.

Bank BNI sebagai salah satu fasilitator distribusi Kartu Sembako bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan pendistribusian Kartu Sembako ke empat Kabupaten/Kota di Bali salah satunya Kabupaten Badung dengan 5.279 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) disamping Gianyar 3.534 KPM, Tabanan 11.839 KPM dan Jembrana 6.519 KPM.

Yang menjadi titik berat pembahasan adalah bagaimana Bank BNI bersama-sama dengan Pemerintah dan segenap stake holder terkait mengatur teknis pendistribusian Kartu Sembako tersebut dalam situasi pandemi Virus Corona dewasa ini. Beberapa hal teknis dalam pendistribusian Kartu ini mensyaratkan kehadiran langsung secara fisik KPM dan beberapa komponen distributor dari elemen pemerintah daerah dan BNI dalam pelaksanaan distribusinya akan terkesan kontradiksi dengan kebijakan dan himbauan social distancing dan physical distancing yang berlaku saat ini. Untuk itu, krusial bagi pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan membangun komunikasi yang baik kepada media masa untuk membangun pandangan yang sama, bahwa terlepas dari dilema distribusi yang terjadi, bantuan ini merupakan itikad Pemerintah dalam meringankan beban masyarakatnya akibat pandemi virus corona, untuk itu Bantuan Kartu Sembako ini harus sampai kepada masyarakat secara tepat sasaran.

Beberapa hal yang menjadi penekanan dalam rapat tersebut diantaranya Daftar KPM untuk Bantuan Kartu Sembako disusun oleh Kementerian Kesehatan RI. Database ini kemudian dikirimkan ke BNI Pusat di Jakarta yang kemudian pelaksanaan distribusi di masing-masing daerah diserahkan ke kantor cabang BNI di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota

Database KPM dari Kementrian Kesehatan ini oleh BNI Cabang Provinsi dan Kabupaten/Kota dilakukan validasi data dengan bekerjasama dengan Dinas Sosial masing-masing Kabupaten/Kota. Validasi dilakukan untuk sinkronisasi perubahan data penerima manfaat yang dapat diakibatkan karena kematian calon penerima manfaat, perpindahan calon penerima manfaat keluar wilayah kabupaten dan lain-lain

Database KPM dari Kemenkes bersifat final/tidak dapat ditambahkan. Pengurangan jumlah KPM hanya diperbolehkan akibat perubahan (kematian, perpindahan, dll) dalam proses validasi data di Kabupaten Kota.

Akun (Rekening Bank) dan Kartu sesuai nama dalam database Kemenkes sudah dicetak di BNI Pusat di Jakarta. BNI cabang hanya melakukan distribusi dengan pendampingan.

Dalam proses distribusi untuk mendukung kebijakan social distancing dan physical distancing saat ini BNI mempermudah persyaratan pengisian formulir yang biasanya dilakukan dengan formulir lengkap, dipermudah dengan hanya mengisi/melengkapi 3 data yaitu : Nama Pemohon, Nama Ibu Kandung Pemohon dan tandatangan pemohon (beserta melampiri fotocopy KTP dan menunjukan KTP asli)

Proses tersebut juga dipermudah dengan pemanfaatan IT dalam mekanisme burekol (Buka Rekening Kolektif) yang diharapkan dapat menghemat waktu menjadi 2 menit per KPM, sehingga mengurangi potensi berkumpulnya orang banyak dalam waktu yang lama.

Kehadiran fisik anggota keluarga dari KPM dalam proses pembukaan rekening bank merupakan persyaratan Otoritas Jasa Keuangan RI yang mengharuskan pembubuhan tanda tangan basah dalam setiap pembukaan rekening.

Distribusi Kartu Sembako ini diberi deadline paling lambat tanggal 25 April – 30 April 2020 masyarakat sudah dapat memanfaatkan Kartu Sembakonya untuk ditukarkan di e-Kios yang ditetapkan oleh BNI.

Sementara itu Wabup Suiasa mengatakan agar sisa waktu yang ada ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga pendistribusian kartu ini sesuai dengan waktu yang ditentukan. Untuk itu diperlukan kesepakatan dalam hal teknis pelaksanaan pendataan agar pendistribusian kartu sembako ini benar-benar tepat sasaran dan masyarakat segera bisa memanfaatkannya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari terlebih dalam kondisi wabah Covid-19 saat ini. BW-05

Karena ini, Pemkot Denpasar Gandeng Penggiat Medsos

0
I Dewa Gede Rai

Denpasar, baliwakenews.com

Sosialisasi pencegahan covid-19, telah dilaksanakan secara manual melalui brosur dan beragam imbauan melalui media massa. Kini, sosialisasi juga dilakukan Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar dengan menggandeng puluhan influencer atau penggiat media sosial (medsos) untuk mensosialisasikan upaya pencegahan mandiri covid-19.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, yang juga Jubir Satgas Covid 19 Kota Denpasar, Kamis (9/4), mengatakan influencer memiliki peran penting untuk menyebarluaskan informasi. Situasi saat ini, yang membatasi ruang gerak langsung masyarakat menjadikan media sosial sebagai sarana yang efektif, sehingga guna memaksimalkan penyebaran informasi di masyarakat maka dipilihlah influencer.

Beberapa influencer yang dilibatkan, di antaranya Hay Puja, Lanang Botak, Rahtut XXX, Dewi Pradewi, Kedux Garage, Nanoe Biroe, Roby Navicula, Jony Agung, Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, hingga Ketua TP PKK Kota Denpasar, IA Selly Dharmawijaya Mantra. “Ini sengaja kami laksanakan guna mendukung maksimalnya informasi yang disampaikan, sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Dewa Rai.

Ditambahkan Dewa Rai, pengguna media sosial di Kota Denpasar juga memiliki jumlah yang sangat banyak. Di mana sebagian besar informasi yang didapatkan masyarakat berasal dari sumber media sosial atau media online. “Tentu dengan sajian video pendek ini, kami menampilkan para influencer bersama-sama mengajak masyarakat untuk mengajak masyarakat melaksanakan pencegahan dini secara mandiri penyebaran covid-19, mulai dari penerapan PHBS, cuci tangan pakai sabun, menjaga imunitas tubuh, serta menggunakan masker. Intinya bagaimana pesan tentang pencegahan dan kewaspadaan terhadap covid-19 bisa sampai kepada maayarakat,” ujarnya. BW-02