Kutsel, Baliwakenews.com
Selama berlangsungnya Puncak KTT G20 di Nusa Dua, anjing liar akan direlokasi ke tempat komunitas penyayang binatang. Hal ini untuk menciptakan suasana aman dan nyaman kepada para delegasi dan wisatawan. Hal itu diungkapkan Kadis Pertanian dan Pangan, Wayan Wijana seusai mengikuti pertemuan membahas anjing liar yang difasilitasi Camat Kutsel, I Ketut Gede Arta, Selasa (11/10).
Wijana memaparkan tujuan pertemuan tersebut adalah dalam upaya penanganan anjing liar di Wilayah Kutsel kaitannya Dengan pelaksanaan G20. Sejak awal tahun pihaknya sudah merancang strategi penanganan anjing liar dan penyebaran rabies di Badung caranya melalui sosialisasi informasi dan edukasi .”Tahun ini vaksiansi kami foiuskan di Kutsel kaitannya untuk keamanan dan kenyamanan delegasi KTT G20,” ujarnya.
Pihaknya juga melakukan Pengendalian populasi melalui kartrasi melibatkan dokter hewan dan masyarakat. “Kami akan mencoba menyisir kembali Aning liar yang ada di lapangan baik yang memang liar maupun diliarkan. Upaya lainnya dalam waktu singkat kami akan merelokasi anjing liar ini bekerjasama dengan yayasan penyayang binatang. Nantinya akan dititip di shelter sementara,” bebernya. Hingga saat ini kata dia dari 13 ribu HPR (Hewan Penyebar Rahies) di Kutsel yang sudah divaksin sebanyak 9400 ekor. Dia optimis target 80 person vaksinasi rabies akan dicapai dalam waktu dekat.
Sementare itu Gede Arta mengharapkan bantuan dari pihak penyayang binatang dalam pengendalian yang rencananya akan dilakukan setiap Jumat tersebut. Selain itu dia juga meminta bantuan pihak komunitas agar merelokasi sementara anjing liar yang ada untuk ditempatkan di areal miliknya. Sementara dari komunitas penyayang binatang mengharapkan diberikan akses ke dalam Venue GWK dan ITDC untuk memudahkan dalam penanganan anjing liar yang ada di dua Kawasan ini.
Perwakilan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kutsel mengungkapkan saat ini untuk vaksin gigitan rabies di Kutsel masih cukup tersedia. Pihak Puskesmas bahkan menyiapkan semacam posko yang membuka layanan 24 jam selama KTT berlangsung. Dalam kesempatan tersebut juga disepakati akan dilakukan pengendalian lapangan setiap hari Jumat. BWN-04































