Sampah Kiriman kembali “Terjang” Kuta, Begini Kondisi Pantai Kuta  

Iklan Home Page

Kuta, baliwakenews.com

Kuta kembali d’iter hangs sampah kiriman. Di tengah penataan yang dilakukan pemerintah kab Badung terhadap Pantai berpasir putih ini, fenomena alam sampah kiriman mulai menyerbu Pantai Kuta, Selasa (25/10).

Menurut Koordinator Evakuasi Dini Sampah Laut (Desalut) DLHK Badung, I Made Gde Dwipayana sampah kiriman sebenarnya sudah muncul sejak tanggal 6 Oktober 2022 atau sekitar 2 Minggu lalu. Diawali dari daerah utara pantai barat Kabupaten Badung. Seperti di pantai Cemagi, pantai Pererenan, pantai Berawa, pantai Batubelig, pantai Batubolong, dan pantai Petitenget. “Sementara untuk sampah kiriman di pantai Seminyak, Kuta dan Legian mulai muncul sejak Selasa ini. memang yang paling parah dari tahun ke tahun di Pantai Kuta, “ ungkapnya.

Baca Juga:  InJourney Airports dan Sarinah Percepat Pengembangan KDMP di Bali

Sebenarnya saat musim sampah kiriman kecenderungan biasanya hampir semua Pantai merata kondisinya. “Itu sepanjang 16 Km pantai barat dari Pantai Cemagi sampai Jimbaran,” imbuhnya.

Sedangkan untuk di Kuta Sampah kiriman mulai muncul di wilayah pesisir Pantai Kuta, Senin (24/10) pagi. Di lanjutkan esoknya makin parah dikarenakan guyuran hujan yang terjadi pada senin malam. Diakuinya proses evakuasi masih memiliki kendala, karena faktor pasang air laut yang masih tinggi. ditambah kondisi abrasi, dan loading alat yang cukup terkendala karena pengerjaan proyek penataan Pantai Kuta. “Sampah kiriman yang bermunculan didominasi oleh sampah organik berupa ranting, batok kelapa, dan bahkan kayu gelondongan,” paparnya.

Baca Juga:  Gerombolan Geng Motor yang Balapan Hingga Tutup Jalan di Bypass Ditangkap

Proses penanganan sementara dilakukan oleh DLHK Badung dengan memotong kayu gelondongan. Evakuasi kayu besar juga dibantu oleh pihak proyek Samigita dengan menerjunkan alat excavator darat dan dibantu crane. Sejak awal kemunculan sampah kiriman tahun ini, pihaknya telah mengangkut sekitar 20 truk sampah yang setara dengan 40 ton.

Baca Juga:  Tak Ingin Lengser, KONI Badung Siapkan Reformasi Kepelatihan

“Sampah itu ada yang sudah diangkut dan ada yang masih dikumpulkan di STO sebanyak 25 truk atau 50 ton. Rata-rata sampah kiriman yang muncul di seluruh pantai barat mencapai 10 ton. Untuk mengatensi sampah tersebut, sebanyak 400 orang personil tenaga kebersihan telah disiagakan bersama 4 unit alat berat loader, 2 unit beach cleaner, 40 armada truk, dan 1 alat excavator,” ungkapnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR