Mangupura, baliwakenews.com
Desa Adat Pecatu secara konsisten menunjukkan komitmemnya dalam membantu krama dalam meringankan beban menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan. Seperti dalam menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan tahun 2025 ini. Desa Adat Pecatu membantu kebutuhan krama dengan menyalurkan kebutuhan pokok, yakni berupa beras.
Tidak tanggung-tanggung beras yang disalurkan mencapai 66 ton. Dimana masing-masing krama memdapatkan beras 25 kg per KK. Adapun krama yang menerima bantuan ini, yaitu krama ngarep, serep, duda dan janda, pensiun, KK Mandiri serta penyandang disabilitas. Mereka berasal dari 19 tempekan yang ada di Desa Adat Pecatu.
Penyerahan secara simbolis bantuan beras ini dilakukan langsung Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta didampingi Kelian Baga Pawongan, Nyoman Taka serta Prajuru dan Kelian tempekan lainnya, Minggu (21/4/2025).
Penyerahan bantuam beras ini disambut antusias warga yang berbondong-bondong datang ke wantilam Desa Adat maupun ke banjar sesuai tempekan masing-masing. Menurut Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta memaparkan penyerahan bantuan ini memang menjadi program desa adat dan rutin diaksanakan setiap Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Bendesa yang juga anggota DPRD Badung ini menambahkan, sumber dana program bersumber dari kas Desa Adat sebesar hampir Rp 1 Miliar. Anggaran ini diperoleh dari pembagian retribusi melalui Pemkab Badung serta 20 persen dana pembangunan dari Laba LPD Desa Adat Pecatu yang diserahkan ke Desa Adat.
Sebelum pembagian beras ke krama, sambung Sumerta dilakukan gotong royong bersih-bersih di seluruh wilayah Desa Adat Pecatu. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 Wita melibatkan semua krama di 19 tempekan. Gotong royong ini dilakukan di seluruh wewidangan Desa Adat Pecatu dengan membersihkan wilayah dari sampah termasuk sampah plastik.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan untuk menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan,” imbuh Sumerta sembari menambahkan, pemberian bantuan beras dalam rangka menyambut hari Raya Galungan dan Kuningan ini sebagai bentuk perhatian dalam meringankan beban krama serta sebagai ajang berbagi sebagai bentuk kebersamaan.
Dipilihnya beras karena ini merupakan kebutuhan pokok yang bisa dimanfaatkan baik untuk upacara maupun kebutuhan sehari-hari krama. “Semoga tradisi berbagi ini dapat terus berlanjut dan dilestarikan ke depannya,” ucapnya.
Selain program sukacita, lanjut dia Desa Adat Pecatu juga memiliki program dukacita. Yakni penyerahan bantuan atau santunan kematian, serta upacara ngaben. Sumerta juga mengaku optimis program berbagi dan lainnya akan terus berkembang untuk mampu semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pecatu ke depannya.
“Program ini juga menjadi momen berkumpul, berbagi cerita, bahkan memasak bersama, sehingga tali persaudaraan tetap terjaga terus,” harapnya.
Untuk Hari Raya Galungan dan Kuningan kali ini total bantuan beras yang diserahkan sebanyak 66 ton lebih. “Kami juga memberikan bantuan dana pemelastian kepada setiap Auban, semoga ini bisa meringankan beban krama,” pungkasnya.
Hal senada disampaikan Kelian Baga pewongan, Nyoman Taka. Taka mengaku sangat antusias melaksanakan kegiatan yang merupakan bagian dari program baga pawongan tersebut. Terlebih kegiatan ini juga disambut antusias krama. Dia berharap program ini bisa meringankan beban krama dan bisa terus berlanjut ke depannya. BWN-04

































