Saat Nyepi dan Idulfitri Bersua, Buleleng Kirim Pesan Kuat tentang Toleransi

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Suasana pagi di Pelabuhan Tua Buleleng, Jumat (20/3/2026), terasa berbeda. Di tengah udara yang masih menyisakan hening Hari Raya Nyepi, gema takbir Salat Id menggema, berpadu dalam harmoni yang jarang terjadi Ngembak Geni dan Idulfitri hadir di waktu yang sama.

Momen langka ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan dua hari besar keagamaan. Ia menjelma menjadi simbol nyata tentang bagaimana keberagaman hidup berdampingan dengan damai.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, yang hadir meninjau pelaksanaan Salat Id, melihat peristiwa ini sebagai pesan kuat tentang pentingnya kebersamaan. Di hadapan masyarakat, ia mengajak semua umat beragama untuk terus merawat toleransi yang selama ini menjadi kekuatan Bali, khususnya Buleleng.

Baca Juga:  Pj. Lihadnyana Tinjau Kesiapan KPU Sudah 95%

“Kalau hari raya kita bisa berdekatan, itu artinya kita juga harus selalu berdekatan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, menekankan makna kebersamaan di tengah perbedaan.

Bagi Supriatna, keberagaman bukanlah sekat, melainkan fondasi yang justru memperkuat identitas bangsa. Perbedaan suku, ras, dan agama menjadi warna yang memperkaya, bukan memisahkan. Nilai inilah yang menurutnya harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati dan rasa persaudaraan.

Baca Juga:  Plt. Bupati Suiasa Hadiri Pelantikan dan Pembekalan PTPS se-Kabupaten Badung

Di sisi lain, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng, Ali Susanto, menyambut hangat pesan tersebut. Ia menilai keberagaman adalah cara Tuhan mengajarkan manusia untuk memahami arti perbedaan sekaligus membangun kehidupan yang inklusif.

“Indonesia itu beragam, dan itu harus kita pahami bersama sebagai kekuatan,” ungkapnya.

Usai pelaksanaan Salat Id, suasana pun berlanjut dengan tradisi yang tak kalah hangat: silaturahmi. Warga saling berkunjung, berjabat tangan, dan mengucapkan maaf dalam suasana halal bihalal yang penuh keakraban.

Baca Juga:  Sekda Badung Pimpin Rakor Pemberian Seragam Olahraga Untuk Lansia

Di tengah pertemuan dua hari raya ini, Buleleng seakan memberi pelajaran sederhana namun mendalam—bahwa harmoni tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan untuk hidup berdampingan dalam perbedaan.

Dan pagi itu, di Pelabuhan Tua, toleransi bukan hanya wacana. Ia hadir, terasa, dan hidup di tengah masyarakat. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR