RDTR Kuta Selatan Berubah, Lokasi Jalan Lingkar Kuta Selatan Berpindah

Iklan Home Page

Kutsel, baliwakenews.com

Konsultasi publik terhadap Rancangan Peraturan Bupati Badung tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di wilayah Kecamatan Kuta Selatan 2021—2041di kantor Camat Kutsel, Selasa (28/9). Kegiatan yang difasilitasi Camat Kutsel tersebut juga dihadiri Kadis PUPR Badung, IB Surya Suamba dan Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta. Ditemui seusia pertemuan, Surya Suamba memaparkan digelarnya konsultasi publik tersebut seiring terjadi perubahan terkait RDTR Kuta Selatan.

Hal ini berkaitan dengan diberlakukanya UU Cipta Kerja di mana ketentuan terdahulu menyangkut RDTR Kuta Selatan belum mengikuti ketentuan kemudahan investasi yang diamanatkan dengan UU Omnibuslaw . Dengan adanya perubahan RDTR ini, berdampak pula pada rencana pembangunan jalan Jalan Lingkar Kuta Selatan. Dimana akan terjadi pergeseran lokasi khusunya di ruas titik wilayah Desa Ungasan sampai ke Pecatu. Di dua desa ini, jalan lingkar yang direncanakan berada di pinggir pantai digeser ke tengah desa. Menurutnya hal ini juga sesuai dengan masukan dan permintaan dari masyarakat setempat.

Baca Juga:  Warga Gotong Royong Bersihkan Sampah Membludak di Pantai Labuan SaitTerkendala Evekuasi ke Atas Tebing

Meski terjadi pergeseran dia mengungkapkan tidak akan mempengaruhi proses KPBU. Dengan pergeseran itu sambung dia akan ada pembebasan lahan di titik tersebut yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp500 milyar. “Setelah proses ini, nanti akan dilanjutkan pembahasan lintas sektor di Kementerian oleh Bupati, baru kemudian proses finalisasi. Nanti juga akan ada proses rekomendasi dari Gubernur, terkait mekanisme peraturan bupati,” bebernya.

Baca Juga:  Kasus Pemotor Tendang Polisi di TL Sanggaran Masih Didalami

Terpisah Bendesa Adat Pecatu diminta tanggapannya akan perubahan ini juatru menyampaikan persetujuannya. Karena jika dibangun di tebing pinggir pantai akan menghalangi panorama yang ada selama ini. Apalagi pantai di wilayah Kuta Selatan merupakan maskot daya tarik wisata yang mengandalkan panorama pantai dan tebing yang indah. “Jika di pinggir pantai ada jalan lingkar, hal itu berpotensi menghilang keasrian daya tarik yang ada. Msyarakat memang berharap agar titik jalan di pinggir pantai itu bisa digeser, astungkara itu bisa dilakukan. Bisa dibilang harapan di bawah ini terkabul, karena pemerintah mendengar kondis di lapangan,” paparnya.

Baca Juga:  Hutan Mangrove di Bali Jadi Percontohan, Pemerintah Akan Replikasi Model Rehabilitasi Mangrove di Provinsi Lain

Meaki begitu dia berharap agar titik yang dimaksud bisa diperjelas. Dengan begitu masyarakat juga mengetahui jika lahan mereka ada yang terkena rencana pembangunan jalan lingkar ini. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR