Ramai Diperdebatkan, Penjelasan Gol Kedua Irak ke Gawang Indonesia yang Dianggap Offside

Iklan Home Page

Kereneng, baliwakenews.com

Gol kedua yang diciptakan Irak ke gawang Indonesia membuat fans Indonesia keheranan. Di media sosial, beragam akun sepakbola membahas hal ini.

Dari tayangan ulang, gol kedua Irak lahir dari sontekan Osama Rashid. Disinilah kontoversi itu terjadi dimana wasit mengesahkan gol tersebut. Padahal, sebelum gol tercipta, salah satu pemain Irak berada dalam posisi offside. Secara kasat mata atau dari pandangan orang awam pun tahu jika gol tersebut harusnya offside.

Baca Juga:  Badung Siapkan Bimbingan Belajar Bahasa Inggris Gratis

VAR dalam laga itu memang digunakan. Namun setelah diteliti ulang, wasit utama Ilgiz Tantashev dari Uzbekistan tetap mengesahkan gol tersebut.

Namun, ada satu penjelasan yang cukup gamblang dikatakan oleh akun @forumwasitindonesia di postingan akun @pengamatsepakbola usai laga terkait kejadian gol kontroversial Irak tersebut.

“Mengapa goal kedua Irak disahkan padahal di momen sebelumnya pemain Irak sudah berdiri dalam posisi Offside? Bahasa kasarnya ‘Wasit Telat Jika Harus Lihat VAR,”. Karena sudah berbeda momen atau terlewat,” tulisnya.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Hadiri Penetapan Penerima Reward PBB-P2 Kanal Digital Tahun 2025

“AW2 (Asisten wasit 2) sepertinya tahu bahwa itu offside, namun tim Irak sedang ada momentum menyerang dan proses goal nya SAH & CLEAR,”

“Momen offside itu terjadi di momen sebelum goal tercipta. Kita ambil simple nya aja ya, dengan cara bedakan saja goal kedua Irak yang di SAH kan dengan goal ketiga Irak yang dianulir oleh VAR karena offside. Itu saja, jadi keputusan wasit sudah tepat!,” jelasnya panjang lebar. BWN-06

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR