Baliwakenews.com – Di balik wajah eksotis Bali, bayang-bayang jaringan narkotika internasional terus membayang. Dalam tiga bulan terakhir, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengungkap enam kasus besar dengan barang bukti senilai hampir Rp9,9 miliar.
Yang mencengangkan, sebagian besar kasus justru melibatkan warga negara asing dengan modus yang kian canggih. Awal September, misalnya, seorang pria asal Inggris berinisial KG (29) ditangkap di Bandara Ngurah Rai. Dari backpack yang dibawanya, petugas menemukan 1,3 kilogram kokain asal Barcelona. Barang haram itu rencananya diterima rekannya, PE (48), di sebuah vila mewah di kawasan Pererenan, Badung.
Tak lama berselang, petugas kembali digegerkan dengan penangkapan KT (21), perempuan asal Ukraina yang mencoba menyelundupkan 1,9 kilogram 4-CMC lewat koper. Nilai barang ini diperkirakan mencapai Rp2,9 miliar.
Jaringan narkotika juga merambah ke warga lokal. Dari Denpasar hingga Pekanbaru, polisi meringkus pelaku dengan modus beragam: paket sepatu bekas, sistem tempelan, hingga peredaran langsung di kos-kosan. Salah satunya melibatkan MH (40), warga Palestina yang ditangkap dengan sabu, ganja, dan ekstasi di Kerobokan.
“Kasus-kasus ini membuktikan Bali bukan hanya pasar, tapi juga jalur strategis peredaran narkotika global,” kata Kombes Tri Kuncoro, penyidik BNNP Bali.
Secara total, barang bukti yang disita mencakup 1,3 kilogram kokain, hampir 2 kilogram 4-CMC, lebih dari 1 kilogram ganja, dan ratusan butir ekstasi. Jumlah yang, menurut BNN, bisa merenggut puluhan ribu nyawa.
Di tengah gempuran jaringan internasional, aparat menegaskan satu hal: perang melawan narkotika di Bali belum selesai, dan kerja sama lintas negara menjadi harga mati. BWN-01

































