Pulang Kerja, Dua Warga Dikeroyok Geng Motor di Denpasar

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Aksi kejahatan jalanan terjadi di Denpasar, Bali. Dua pengendara motor yang melintas di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat, diserang komplotan geng motor. Kedua korban mengalami luka-luka dan trauma usai dikeroyok para pelaku.

Pengeroyokan yang terjadi pada Sabtu 27 November 2021 dini hari itu sempat terekam CCTV yang terpasang di toko tak jauh dari lokasi kejadian. “Peristiwa tersebut viral setelah rekaman CCTV disebar di media sosial. Dalam peristiwa pengeroyokan itu, helm salah seorang pelaku yang berisi stiker Gandara N-Max tertinggal di lokasi,” kata sumber polisi, Minggu 28 November 2021.

Baca Juga:  Jumlah Korban Meninggal Lakalantas Dekati Angka Kematian Covid-19

Video pengeroyokan berdurasi 28 detik tersebut beredar di media sosial. Dalam video nampak gerombolan geng motor menghadang dua pengendara motor yang melintas di lokasi kejadian. Dengan brutal gerombolan tersebut menyerang pengendara yang melintas. “Ada dua pengendara yang diserang oleh para pelaku. Informasinya kedua korban baru pulang dari bekerja,” ucapnya.

Baca Juga:  Curi Ikan Segar di Panjer, Pria Asal Tabanan Ditembak Polisi

Akibat dari kasus pengeroyokan itu, satu korban mengalami trauma dan satunya lagi mengalami luka-luka. “Helm diduga milik salah satu pelaku tertinggal di lokasi kejadian. Kasus itu telah ditangani aparat Sat. Reskrim Polresta Denpasar,” tegasnya.

Baca Juga:  BPOM RI Bongkar Peredaran Obat Tertentu di Bali, Pelaku Terancam 12 Tahun Penjara

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Mikael Hutabarat saat dikonfirmasi mengatakan laporan itu telah ditindaklanjuti. “Masih diselidiki,” ucapnya. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR