Mangupura, baliwakenews.com
Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Jembrana, Bali, Senin (13/7) pukul 20.06 WITA. Guncangan dirasakan hingga sejumlah wilayah di Bali dan Banyuwangi, Jawa Timur. Meski demikian, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga kini belum dilaporkan adanya kerusakan.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,16° LS dan 114,77° BT, sekitar 28 kilometer timur laut Jembrana, dengan kedalaman 12 kilometer.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun dengan kombinasi mendatar (Oblique Normal Fault),” jelasnya.
Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan dirasakan dengan intensitas III MMI di Jembrana dan Buleleng. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah dan dirasakan seperti ada truk besar yang melintas.
Sementara di Banyuwangi, guncangan dirasakan pada intensitas II-III MMI, yakni dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
BMKG menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan juga menunjukkan gempa tidak berpotensi memicu tsunami.
Selain itu, hingga pukul 20.33 WITA atau sekitar 27 menit setelah gempa utama terjadi, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG mengingatkan agar informasi resmi mengenai perkembangan gempa hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG, seperti akun media sosial @infoBMKG, situs www.bmkg.go.id, inatews.bmkg.go.id, maupun aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG. BWN-04
































