PKM Unwar Pemberdayaan UMKM Pengrajin Genteng Tanah Liat Desa Pejaten

Iklan Home Page

Tabanan, baliwakenews.com

Genteng khas pejaten, Kediri, Tabanan dikenal sampai masyarakat luar Bali, meski demikian banyak usaha genteng kurang berkembang karena merupakan usaha turun temurun. Melihat persoalan ini Program Kemitraan Masyarakat Universitas Warmadewa (PKM Unwar) memberikan pelatihan untuk memberdayakan UMKM pengrajin genteng tanah liat di Desa Pejaten.

Ketua Tim PKM Unwar, I Gusti Ayu Athina Wulandari memaparkan PKM dilatarbelakangi oleh banyaknya usaha genteng di Pejaten yang merupakan suatu usaha turun temurun yang sejatinya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alternatif.

“Program Kemitraan Masyarakat merupakan suatu wadah untuk membantu mitra dalam mengembangkan usahanya. PKM ini bertujuan membantu mitra dalam membuat pembukuan atau catatan terkait dengan transaksi pendapatan, pengeluaran, dan biaya produksi, harga pokok produksi, sehingga mitra mengetahui secara pasti laba dan rugi usaha, ” ucap I Gusti Ayu Athina Wulandari didampingi Ni Made Intan Priliandani.

Selain itu program kemitraan masyarakat ini juga membantu mitra yaitu I Ketut Sunarpa dan I Ketut Budiatmika di Br. Pamesan, Desa Pejaten, Kec. Kediri Tabanan memahami tata kelola perusahaan terutama dalam hal menetukan strategi produksi dan pemasaran. “Tujuan selanjutnya tentunya adalah mitra memiliki sistem pemasaran yang baik, ” tandasnya.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Resmikan Masjid Agung Al-Muhajidin Tabanan

Lebih lanjut dikatakan Genteng khas Pejaten dikenal sampai masyarakat luar Bali. Produksi genteng di Desa Pejaten sangat tinggi. Genteng dari Desa Pejaten sudah memiliki kekayaan intelektual yaitu berupa hak paten yang sudah didaftarkan di Kementrian Perindustrian dan Perdagangan RI. Genteng Pejaten memiliki nilai historis yaitu nilai seni dan sosial ekonomi bagi masyarakat setempat.

Permasalahan yang dialami oleh kedua mitra yaitu untuk sistem pembukuan serta sarana pencatatan setiap transaksi, baik itu transaksi penjualan dan transaksi pembelian kedua mitra sama sekali tidak memiliki buku pencatatan transaksi dan juga belum menggunakan buku nota apapun, dalam menjalankan usahanya kedua mitra masih menggunakan sistem tradisional, sehingga tidak mengetahui secara jelas harga pokok produk (hpp), dan juga tidak mengetahui berapa keuntungan per bulannya. Hal ini terjadi karena dalam penentuan harga jual produk hanya menggunakan perkiraan yang berpedoman dengan harga pesaing
sesama industri genteng. Sehingga industri genteng ini makin berkembang dan banyak pesaingnya.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Apresiasi Yadnya Krama Bengkel dan Krama Lumbung Gede

“Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan adanya tata kelola usaha yang lebih baik seperti penyedian bahan baku dan bahan pembantu yang lebih pasti dan harga yang lebih bersaing, ” tukasnya.

Terkadang kedua mitra juga kesulitan memenuhi permintaan konsumen, pengepul maupun pesanan toko disebabkan karena bahan baku tanah dan bahan pembantu yaitu paras juga sulit dicari. Untuk tenaga kerja juga semakin sulit, hal ini dikarenakan banyak tenaga kerja yang berasal dari pulau Jawa belum beranidatang ke Bali karena belum di vaksin. Inilah yang menyebabkan lambatnya perkembangan usaha pengrajin genteng, sehingga berdampak pada keuntungan si pengrajin genteng.

Pelaksanaan PKM memberikan solusi dan tindak lanjut yang dilakukan yaitu pemberian pelatihan dan pendampingan dalam membuat pembukuan dan laporan keuangan sederhana untuk memudahkan mitra dalam menentukan biaya-biaya yang dikeluarkan, menentukan harga pokok produksi dan menghitung laba/ rugi. “Mitra, kami ajarkan membuat pencatatan pembukuan manual agar mudah untuk dipahami. Pelatihan dan pendampingan pembukuan ini sangat bermanfaat bagi mitra. Dengan memahami pencatatan keuangan mitra jadi tahu berapa cost yang dikeluarkan dalam pembuatan banten dan mampu menentukan harga jual yang tepat sehingga memperoleh keuntungan sesuai yang diharapkan. Serta membuatkan cap
perusahaan dan nota perusahaan, ” ucapnya.

Baca Juga:  Di Yeh Gangga, Bupati Sanjaya Bersih-Bersih Pantai Hingga Berikan Kursi Roda Pada Penyandang Disabilitas

Selain itu juga diberikan pelatihan dalam pemasaran yang dilakukan pada media online. Dengan pelatihan dan pendampingan yang diberikan ini, usaha mitra menjadi lebih dikenal, pangsa pasarnya menjadi lebih luas. Sementara berkaitan dengan pemasaran produk secara online. Mitra diberikan pelatihan untuk penggunaan internet serta mengenalkan media sosial dalam memasarkan produk.

“Bantuan ini diharapkan nantinya akan membawa usaha mitra lebih berkembang serta untuk pemasarannya mitra mampu menambah pangsa pasar sampai ke luar Bali hingga skala nasional, ” harapnya.*BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR