Tabanan, baliwakenews.com
Membantu mengatasi persoalan sampah yang semakin mengkhawatirkan saat ini, Tim PKM Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa ( Unwar) Sabtu, 21 Mei 2022 menggelar pengabdian di KSM Penebel Berlian, Desa Penebel, Kecamatam Penebel, Kabupaten Tabanan, Propinsi Bali. Tim pengabdian yang diketuai oleh Ir. Ni Ketut Mardewi,M.P., memberikan pelatihan budidaya Maggot BSF sebagai upaya mempercepat pengolahan sampah sekaligus memberikan tambahan pendapat kepada kelompok.
Ir. Ni Ketut Mardewi, M.P., bersama anggota Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., dan Ir. Luh Kartini, M.Si., memberikan pelatihan pada Pusat pengelolaan sampah KSM Penebel Berlian yang merupakan kelompok swadaya masyarakat yang mengelola sampah di Desa Penebel.
Pusat Pengolahan Sampah KSM Penebel Berlian mengelola sampah dari rumah tangga maupun dari pasar tradisional Desa Penebel, yang berupa sampah organik dan sampah anorganik. Dalam sehari sekitar 10 kubik sampah masuk ke KSM Penebel Berlian, 60% diantaranya merupakan sampah organik.
Selama ini sampah organik diolah menjadi kompos, namun memerlukan waktu yang cukup lama sedangkan sampah dikirim setiap hari sehingga sampah organik semakin banyak dan belum sempat diproses. “Pernah juga dicoba mengolah sampah organik menjadi eco-enzym namun gagal karena masyarakat kurang paham dalam pembuatannya dan proses pemeraman eco-enzym sampai matang membutuhkan waktu minimal tiga bulan, ” tutur Mardewi.
Lebih lanjut dikatakan kelompok berkeinginan membudidayakan maggot dengan intensif di KSM karena bahan baku pakan maggot jumlahnya memadai, dapat menangani masalah sampah organik lebih cepat, tidak berbau serta dapat melibatkan anggota kelompok. Hasil budidaya maggot akan dimanfaatkan sebagai pakan ternak unggas dan pakan ikan, limbah budidaya akan dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
“Maggot sangat positif untuk dikembangkan menjadi alternatif solusi dari permasalahan sampah organik tanpa menimbulkan bau. Magot BSF adalah larva dari Lalat BSF (Black Shoulder Fly) atau lalat tentara hitam merupakan lalat hitam berukuran besar dan tidak bersifat patogen. Siklus ini memerlukan waktu 40 sampai 45 hari saja.
Hermetia illucens adalah nama latin dari lalat BSF, termasuk ke dalam jenis insekta, lalat ini berasal dari Amerika dan menyebar ke daerah sub tropis lainnya sampai ke daerah tropis termasuk Indonesia. Kondisi iklim tropis Indonesia sangat ideal untuk budidaya lalat BSF.
“Lalat ini bukan merupakan lalat hama, memiliki banyak keuntungan yaitu perbaikan lingkungan. Larva BSF mampu mengkonsumsi pakan organik dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat sehingga mampu menekan jumlah sampah organik yang selama ini turut menjadi permasalahan di masyarakat, ” terangnya.
Sekitar 15 ribu maggot BSF mampu menghabiskan kira-kira 2 kg pakan dari limbah organik hanya dalam waktu 24 jam. Manfaat lain dari larva BSF adalah untuk pakan ternak unggas dan ikan, mengandung protein yang cukup besar (40-50%), lemak sekitar 29-32%, yang berguna bagi pertumbuhan ternak.
KSM Penebel Berlian tidak memiliki pengetahuan dalam bidang budidaya maggot dengan pakan limbah buah dan sayur, sehingga mengalami hambatan dalam pengelolaan sampah organik. Padahal kelompok menginginkan menghasilkan suatu produk dari hasil pengolahan sampah organik. Solusi dari permasalahan yang dihadapi mitra adalah memberikan pengetahuan, keterampilan dan teknologi tepat guna mengenai budidaya lalat BSF serta memberikan bantuan peralatan.
Pelaksananaan Pengabdian di KSM Penebel Berlian dihadiri oleh Perbekel Desa Penebel I Gusti Ketut Agung Sastrawan, S.T., dan Ketua KSM Penebel Berlian, I Gede Ketut Alimbawa.
Dengan pelatihan diharapkan agar kelompok KSM Penebel Berlian sudah langsung bisa memulai budidaya maggot. Untuk itu pelatihan menghadirkan narasumber Ni Putu Amelia Panida Dewi, S.T dan I G.N. Karisma Maheswara, S.T yang merupakan praktisi langsung pembudidayaan maggot. Narasumber menjelaskan bagaimana teknis pembudidayaan maggot.
“Berdasarkan permasalahan yang dihadapi kelompok KSM Penebel Berlian, maka pelaksanaan PKM ini mencoba memberikan solusi supaya sampah organik berupa limbah buah dan sayur dapat dikelola dan ditangani dengan baik, lebih cepat, tidak menimbulkan bau dan menghasilkan suatu produk, sehingga memberikan nilai tambah pada peningkatan pendapatan. Hasil yang kami harapkan dari pengabdian ini adalah dapat memecahkan masalah secara komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan sesuai dengan makna KSM Berlian ( Bersih, Lingkungan Asri dan Nyaman ), ” terang Mardewi.
Pada kesempatan tersebut Tim PKM Unwar menyumbangkan kandang BSF, kandang maggot dan perlengkapan budidaya maggot kepada KSM Penebel Berlian. *BWN-03

































