Marga, baliwakenews.com
Program Kemitraan Masyarakat Universitas Warmadewa (PKM Unwar) di Desa Petiga, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan memberikan transfer teknologi tepat guna dalam pengolahan limbah peternakan seperti kotoran dan air kencing ternak sapi.
Ketua Tim Ir. Ni Ketut Sri Rukmini, M.P., memaparkan PKM dilaksanakan pada 6 Juni 2025 dengan menyasar kelompok peternak Simantri Ternak Sekar Pasti Wangi, Desa Petiga, Marga, Tabanan.
“Kelompok peternak memelihara sapi sebanyak 20 ekor dengan jumlah anggota kelompok 19 orang,” ungkapnya.
Kegiatan peternakan menghasilkan kotoran sapi yang sudah dimanfaatkan secara optimal menjadi pupuk yang sebelumnya juga dibina oleh tim PKM Unwar. Selanjutnya tim kembali mendampingi pengolahan urine sapi menjadi pupuk cair organik.
Rukmini menyampaikan bahwa urine sapi yang dihasilkan oleh kelompok hanya ditampung saja tanpa pengolahan menjadi pupuk sehingga menimbulkan bau yang menyengat. Oleh karena itu ketua tim yang didampingi anggota tim Ir. Ketut Agung Sudewa, M.Si., melaksanakan kegiatan pendampingan pengolahan urine sapi menjadi pupuk cair organic (POC).
POC dari urine sapi dilakukan dengan cara fermentasi dengan menambahkan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur untuk mempercepat proses fermentasi dan telah terbukti mampu meningkatkan kualitas POC. POC urine sapi mengandung banyak nutrisi seperti nitrogen, fosfor dan kalium yang dapat dijadikan pupuk dasar untuk meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman dan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat merusak lingkungan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua kelompok Peternak, Made Pasek beserta anggota. “Mereka sangat antusias dan puas karena pemaparan materi yang jelas dan disertai praktek langsung pembuatan pupuk organik cair dari urine sapi,” ucap Rukmini.
Kelompok peternak dilatih cara membuat pupuk organok cair berkualitas dari urine sapi serta diberikan pelatihan pengaplikasian pupuk organok cair pada tanaman langsung. Selain itu, tim PKM Unwar juga memberikan sumbangan alat dan bahan untuk meperlancar kegiatan tersebut.
“Target yang ingin kami capai adalah mitra memahami dan menguasi Teknik pembuatan POC dari 20% menjadi 85%. Selain itu, kelompok mitra juga kami harapkan mampu mengaplikasikan POC ke tanaman langsung dari kemampuan awal 40% menjadi 80%,” ujarnya.
Ditambahkan, yang terpenting diharapkan mitra mampu meningkatkan pendapatan minimal sebesar 25% dengan memproduksi POC dan mengurangi penggunaan pupuk kimia dengan mengganti dengan POC urine sapi. Selain itu, kegiatan ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan sebanyak 95% dari limbah urine sapi yang telah diolah menjadi pupuk cair organik.
“Informasi selengkapnya dapat dilihat pada website www.warmadewa.ac.id”. BWN-03































