web analytics

PKM Unwar Ciptakan Produk Inovasi Pada Pokdakan Mina Anakan Jepun

Singaraja, baliwakenews.com

Pelaksanaan Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa (Unwar) pada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Anakan Jepun, Kabupaten Buleleng membantu kelompok dalam menciptakan produk inovasi. Ketua PKM, Ir. I Made Kawan, M.P., mengatakan PKM kali ini melatih kelompok dalam membuat produk olahan kering berupa Baby Bish berupa NiLovE (Nila Oven).

Made Kawan memaparkan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Anakan Jepun adalah salah satu kelompok pembudidaya ikan yang melakukan usaha memproduksi benih ikan nila. Namun seiring perjalanan kelompok sering mengalami kendala dalam pemasaran baik adanya benih afkir maupun pada saat para pembudidaya pembesaran kekurangan dana membeli benih karena ada kasus kematian secara masal di lokasi pembesaran.

“Melihat persoalan yang dihadapi kelompok mitra, kami menyarankan agar produksi benih yang dihasilkan kelompok perlu adanya alternatif solusi bila tidak laku terjual. Produk benihnya dapat diolah menjadi produk olahan kering berupa Baby Bish berupa NiLovE (Nila Oven), ” tutur Made Kawan.

Baca Juga:  Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Uang, Ini Yang Dilakukan PKM Unwar

Produksi NiLovE merupakan hasil kegiatan dari Program Kemitraan Masarakat (PKM) dengan penerapan Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG). “Kami melaksanakan pengabdian masyarakat melalui penyuluhan dan praktek. Kegiatan ini kami harapkan memberikan teknologi kepada mitra agar dapat menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam memproduksi Baby Fish Nila Kering Oven, ” ucap Ir. I Made Kawan, M.P. didampingi anggota tim PKM, Ir. Dewa Nyoman Sadguna,M.Agb dan Ir. Ni Made Darmadi, M.Si.

Kegiatan PKM ini diharapkan memberikan teknologi kepada mitra agar dapat menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam memproduksi Baby Fish Nila Kering Oven dengan kuantitas dan kualitas yang baik dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu anggota kelompok mitra diberikan pengetahuan dan keterampilan tentang kewirausahaan untuk penghitungan keuntungannya, manajemen usaha, sanitasi dan higiene dalam proses produksi, pengemasan dan pemasaran produk.

Baca Juga:  Kapolres Buleleng Berikan Reward pada Personel Yang Berdedikasi

Lebih lanjut dikatakan, target program PKM dalam pengabdian ini adalah anggota mitra memiliki pengetahuan tentang manajemen usaha, melakukan wirausaha terutama pemasaran produknya dapat mencapai 70%, anggota mitra memiliki keterampilan untuk memproduksi NiLovE baby fish mencapai 90 %, dan produk NiLovE Baby Fish dari mitra memiliki ijin usaha (100 %) yang terdaftar dengan No. PIRT BPOM Singaraja, sehingga produk NiLovE dari mitra dapat dipasarkan dengan jangkauan pasar lebih luas dan bersifat legal.

Baca Juga:  Polres Buleleng Gencar Sidak Distributor, Stock Minyak Goreng Masih Tersedia

Keberhasilan program PKM ini dilakukan melalui evaluasi pada setiap tahapan perkembangan program. Sebagai langkah strategis adalah melakukan analisis keuntungan maksimal terkait tentang ukuran benih ikan yang digunakan produk NiLovE, proses produksi terkait penyusutan setiap tahap proses produksi seperti pembersihan, pengovenan, pemberian bumbu sebelum dioven.

“Penghitungan skala usahan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam menjaga keberlanjutannya. Langkah penting agar dapat mencapai pasar yang lebih luas, bentuk kemasan dan pilihan dari produk NiLovE pelu dilakukan pengkajian khusus tentang perilaku pasar dan jaringan pasar modern serta inovasi Branding dan sistem pemasaran digital,” pungkasnya. *BWN-03

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -
%d blogger menyukai ini: