Kuta, baliwakenews.com
Bali United harus mengakui kemenangan tuan rumah, Persija Jakarta pada pekan ke-32 Liga 1 2024/2025.
Laga yang berlangsung hari Sabtu 10 Mei 2025 tengah malam di Jakarta International Stadium (JIS) berakhir dengan skor 3-0 untuk Persija.
Ketiga gol dicetak melalui brace Gustavo Almeida pada menit 8 dan 73 serta satu gol dari Witan Sulaeman di menit 53.
Bali United sendiri sempat menyamakan kedudukan di awal babak pertama pada menit 24 melalui Rahmat Arjuna.
Namun Video Assistant Referee (VAR) mengindikasi bila sebelum terjadinya gol tersebut terdapat pelanggaran yang dilakukan Kadek Agung terhadap Ryo Matsumura.
Situasi ini pun ditanggapi pelatih kepala Bali United, Stefano Cugurra usai pertandingan.
“Persija lebih dulu cetak gol dari serangan balik memanfaatkan kesalahan kami. Lalu kami kerja keras dan berhasil cetak gol penyeimbang. Hanya dari VAR anulir dan kami sangat kecewa karena itu clear seharusnya gol,” ucap Coach Teco.
Menurut pelatih asal Brasil, jika situasi di babak pertama berakhir imbang 1-1, maka situasi tentu akan berbeda. Anak asuhnya bisa lebih percaya diri untuk menekan tuan rumah.
“Memasuki babak kedua, tim under perform dan Persija bisa cetak gol kedua dan gol ketiga. Kami harus terima hasil ini, tetapi keputusan VAR sangat ganggu kami di laga ini,” terang Coach Teco.
Pada musim ini sendiri, pertemuan Bali United dengan Persija terjadi selama tiga kali. Dua pertemuan di Liga 1 dan satu pertandingan saat Piala Presiden 2024 lalu.
“Kami bertemu Persija tiga kali di musim ini. Kami berhasil menang melawan mereka di Piala Presiden dan Liga 1 putaran pertama di Bali. Namun pertemuan kali ini Persija tampil lebih baik,” tutup Coach Teco.
Teco juga menyentil kinerja wasit di laga tersebut. Menurutnya wasit terlalu ‘dikontrol’ ruang VAR. Padahal saat Bali United menyamakan kedudukan, wasit menurutnya dengan jelas melihat kejadian dan melanjutkan pertandingan.
Teco juga menyarankan agar federasi memberi hukuman setimpal kepada wasit yang dinilai blunder dalam memimpin.
“Ketika pemain dan pelatih terlalu keras memberi kritik, diberikan hukuman. Harusnya wasit juga. Saya selama ini tidak melihat hal itu. Ketika ada wasit yang blunder memimpin, pekan depannya dia memimpin lagi,” pungkas Teco. BWN-06

































