Peringati HPSN 2026, Bupati Sanjaya Turun Langsung Bersihkan Pantai Yeh Gangga

Iklan Home Page

Tabanan, Baliwakenews.com

Pemerintah Kabupaten Tabanan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 dengan aksi nyata. Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. memimpin langsung Gerakan Kebersihan Sampah Pantai yang dipusatkan di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Jumat 6 Pebruari 2026.

Didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, kegiatan Jumat Bersih ini melibatkan jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Tabanan, Sekda, para asisten dan perangkat daerah, instansi vertikal, desa adat, komunitas lingkungan, hingga pelajar tingkat SD dan SMP.

Di hadapan peserta, Sanjaya menegaskan bahwa persoalan sampah, khususnya di kawasan pesisir, tidak bisa ditangani secara seremonial. Menurutnya, kondisi Pantai Yeh Gangga yang dipenuhi sampah harus menjadi pengingat bahwa kebersihan menuntut konsistensi dan kerja berkelanjutan.

Baca Juga:  Inflasi Bali Tahun 2025 Terjaga dalam Sasaran

“Kita sengaja turun langsung ke pantai agar semua bisa melihat dan merasakan sendiri kondisinya. Kebersihan tidak pernah berhenti dan harus dilakukan secara terus-menerus,” tegas Sanjaya.

Ia menekankan, pantai bukan hanya ruang publik dan destinasi pariwisata, melainkan wajah daerah sekaligus penyangga ekosistem yang wajib dijaga bersama. Sanjaya juga menyampaikan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya ketegasan, konsistensi, dan kerja nyata pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya wilayah pesisir dan laut.

Terkait banyaknya sampah di Pantai Yeh Gangga, Sanjaya mengakui tidak seluruhnya berasal dari wilayah Tabanan. Sebagian merupakan sampah kiriman dari daerah lain akibat faktor alam. Namun, kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk abai.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Pasupati di Pura Pelawatan Barong Bang, Kuta

“Sampah kiriman bukan alasan untuk menyerah. Justru ini menuntut kita semua bersatu dan bertanggung jawab menjaga lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sanjaya mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari pemerintah, desa adat, banjar adat, dunia usaha, hingga generasi muda—untuk mengambil peran aktif, terutama melalui pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai langkah strategis mengurangi beban di hilir.

“Gerakan kebersihan tidak boleh berhenti di acara simbolik. Ini harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan semua unsur,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa gerakan kebersihan ke depan tidak hanya menyasar pantai, tetapi juga sungai, desa, banjar, hingga pasar tradisional yang menjadi sumber utama timbulan sampah.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Hadiri Pujawali di Pura Bale Banjar Tamansari Sekaligus Resmikan Jalan Sugriwa-Subali

“Tabanan memiliki lebih dari 42 sungai. Konsepnya jelas: dari hulu bersih, di tengah bersih, sampai hilir bersih. Pasar juga harus kita sentuh karena berpotensi besar menyumbang sampah,” katanya.

Sanjaya berharap aksi bersih-bersih ini menjadi pemantik kesadaran kolektif masyarakat Tabanan bahwa menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Pantai yang bersih bukan hanya indah, tetapi juga sehat, produktif, dan berkelanjutan. Ini bagian dari komitmen kita mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” pungkasnya. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR