Kutuh, baliwakenews.com
Perbekel Kutuh, Wayan Mudana memberikan deadline ke Pengusaha Internet Service Provider (ISP) hingga awal Desember untuk menata tiang milik mereka yang semrawut. Bahkan dia mengancam jika hingga waktu yang ditentukan tidak dilakukan maka pihaknya akan mencabut tiang tiang tersebut.
“Kami masih berikan tenggang waktu selama 2 kali pemanggilan lagi. Rencananya awal agustus kita layangkan panggilan kedua,” ujarnya Minggu (25/7). Mudana memaparkan setelah sempat mangkir saat diundang dalam pertemuan, pihaknya masih menunggu itikad baik dari 5 pemilik tiang usaha ISP tersebut.
Dia menyayangkam saat diundang dalam pertemuan Jumat (16/7) lalu, 5 pengusaha tersebut tidak hadir tanpa menyampaikan alasan. Namun jika dalam pemanggilan kedua masih belum datang akan dipanggil ketiga kalinya pada pertengahan Agustus. “Namun Jika mereka tetap tidak datang, maka bulan September kami tidak segan-segan untuk melakukan pencabutan. Sebab mereka sama artinya tidak ada itikad baik dalam hal menjalin komunikasi dengan desa,”tegasnya sembari memaparkan udangan kepada pengusaha ISP tersebut semata mata untuk membangun komitmen bersama dalam menata estetika kawasan Desa Kutuh.
“Selama ini, tiang dan kabel milik usaha tersebut terpasang sembarangan dan membuat estetika wilayah menjadi semrawut. Karena itu, penataan kembali terhadap tiang dan kabel yang ada di Kutuh perlu diakukan, tentunya atas dasar kesepahaman bersama dengan pengusaha tersebut,” paparnya.
Saat ini kata dia jumlah tiang ISP di desa Kutuh cukup banyak. Bahkan dalam 1 lokasi, terdapat 6 tiang berbeda milik masing-masing provider.
Karena itu pengurangan jumlah tiang tersebut menjadi hal yang didorong, agar estetika kawasan terjaga.
“Sebenarnya kan bisa saja satu tiang itu dimanfaatan oleh beberapa provider. Bukan seperti sekarang, masing-masing provider mendirikan tiang. Dalam satu titik, idealnya cukup terpasang 1 hingga 3 tiang saja,” sarannya. Pertemuan dengan 13 pengusaha ISP tersebut juga sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan pendataan jumlah provider yang ada di Kutuh. Sebab selama ini pihak pemilik tiang tidak pernah berkoordinasi dengan aparat terbawah, saat mereka memasang tiang. BWN-04

































