Jakarta, baliwakenews.com
Penegakan disiplin bagi para kader PDI Perjuangan merupakan jembatan mencapai cita-cita partai. Hal ini ditegaskan Komarudin Watubun sebagai Kepala Sekolah Partai dalam kegiatan Pelatihan Kader Nasional (PKN) Angkatan II Tahun 2022, yang bertempat di sekolah Partai PDI Perjuangan Lenteng Agung Jakarta. “Penjabaran lebih rinci mengenai disiplin Partai diatur dalam Kode Etik dan Disiplin Anggota Partai PDI Perjuangan yang terdiri dari 8 Bab, dan 42 Pasal, ” ucapnya.
Pria yang akrab disapa Bang Komar ini menegaskan agar peraturan partai jangan hanya disimpan atau dibuka saat ada perlunya saja. Tetapi wajib untuk dibaca setiap saat, sehingga seluruh kader partai di tiap tingkatan dapat memahami dan menjadikannya sebagai pedoman baik dalam kerja-kerja organisasi maupun dalam setiap tindakan dan perilaku keseharian setiap kader partai.
“Pikirkan dan renungkan setiap tindakan yang akan diambil. Sadarkan diri bahwa kita bukan orang yang bebas. Kita terikat oleh aturan organisasi partai. Jadilah kader yang transformasional, mampu berfikir cepat, melakukan analisa yang tepat, dan cepat mengambil keputusan serta selalu bertindak dalam koridor aturan Partai, ” lanjut Komar yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan ini.
Dalam penutup materinya, dia menyatakan setiap kader berpotensi menjadi pemimpin. Untuk itu pemimpin adalah role model bagi bawahannya, ia harus menjadi teladan dan magnit bagi bawahan yang dipimpinnya. Pemimpin harus mempunyai nilai-nilai tertentu.
“Jika seorang pemimpin menghendaki bawahan berintegritas, maka pemimpin harus lebih berintegritas. Jika pempimpin menghendaki bawahan disiplin, jujur, kerja keras dan tepat waktu, maka pemimpin harus dapat menunjukan kepada bawahan sifat disiplin, kerja keras dan lebih dapat menghargai waktu,” tutup Bang Komar.
Sementara Wayan Sudirta, Wakil Kepala Sekolah Bidang Pembelajaran dan Kurikulum memaparkan Kurikulum Kaderisasi PDI Perjuangan, bersumber dari ide, gagasan dan pemikiran Bung Karno. “Saya berharap agar para kader dapat menemukan spirit perjuangan Bung Karno dalam upaya mewujudkan masyarakat adil dan makmur, ” ucap Sudirta.
Bung Karno, sambungnya, pernah menyampaikan ” bahwa pengetahuan, bahwa ilmu, bahwa kennis ( pengetahuan), bahwa wetenschap ( saint), bahwa teori tiada guna, tiada wujud, doelloos ( tanpa tujuan) jika tidak dipergunakan untuk mengabdi.
Untuk itu kader PDI Perjuangan diharapkan mengabdi dengan sepenuh hati untuk rakyat Indonesia, untuk kemajuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. *BWN-03

































good information to broaden my horizons but if there is any other information if you can let me know