Pencurian Meteran Air Sentuh Kawasan Pura, PDAM Didorong Siapkan Sistem Pengamanan Khusus

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Maraknya pencurian meteran air PDAM di wilayah Kuta Selatan kini tidak lagi sekadar persoalan kehilangan fasilitas rumah tangga. Di Desa Adat Pecatu, aksi pencurian tersebut telah menyentuh kawasan pura, memunculkan kekhawatiran serius terkait keamanan lingkungan dan perlindungan tempat suci.

Sedikitnya tujuh meteran air dilaporkan hilang pada Minggu (18/1) dini hari. Tiga di antaranya terpasang di kawasan Pura Beji, sementara sisanya berada di sekitar Pura Puseh dan rumah warga yang berdekatan dengan areal pura. Kejadian ini dinilai mencederai rasa aman masyarakat adat, mengingat pura merupakan kawasan yang selama ini dijaga kesakralan dan ketenteramannya.

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, meteran air di Pura Beji masih terlihat pada Sabtu (17/1) malam. Namun saat dilakukan pengecekan keesokan paginya, seluruh meteran tersebut telah hilang.

Baca Juga:  Tinjau Posko Satgas Covid-19 di Kutsel, Ini Pesan Wabub Suiasa

“Sekarang pencurian meteran air di Pecatu memang sedang marak. Luar biasa sekali. Di Pura Beji meterannya masih ada malamnya, kemungkinan dicuri dini hari. Total sekitar tujuh meteran air yang hilang,” ujar Sumerta saat dikonfirmasi, Minggu pagi.

Sumerta menjelaskan, seluruh meteran air tersebut dipasang di luar bangunan pura, tepatnya di bagian pondasi luar. Penempatan ini dilakukan agar memudahkan petugas PDAM melakukan pengecekan rutin. “Posisinya memang di luar pura. Kalau dipasang di dalam, petugas PDAM akan kesulitan melakukan pengecekan,” jelasnya.

Hingga kini, pelaku pencurian belum diketahui. Pihak Desa Adat Pecatu masih berupaya menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Namun proses pemeriksaan CCTV belum berjalan optimal karena kejadian diketahui bertepatan dengan hari libur. “Pelaku belum ketahuan. Kami masih cek CCTV, karena hari Minggu banyak kantor juga tutup,” tambah Sumerta.

Baca Juga:  ACK Fried Chicken, Siap Lakukan Ekspansi Usaha Keluar Bali

Kasus ini semakin menambah kekhawatiran warga, mengingat meteran air merupakan fasilitas vital yang berkaitan langsung dengan kebutuhan air bersih masyarakat. Selain berpotensi mengganggu distribusi air, pencurian yang terjadi di sekitar kawasan pura juga dinilai dapat mengganggu ketenteraman dan rasa aman krama adat.

Atas kejadian tersebut, Desa Adat Pecatu telah melaporkan kehilangan meteran air ke pihak PDAM dengan menyerahkan data alamat serta titik lokasi meteran yang raib. Warga berharap adanya langkah cepat dan terkoordinasi untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Baca Juga:  Gending Ancag-Ancagan Kesiman dan Baris Gede Telek Sanur Resmi Ditetapkan Sebagai WBTB Tingkat Nasional

Sumerta yang juga Anggota DPRD Badung menegaskan, keresahan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti melalui peningkatan pengawasan dan pengamanan lingkungan. Ia juga mendorong PDAM agar menyiapkan sistem perlindungan meteran air yang lebih aman dan tidak mudah dicuri.

“Kondisi ini sudah sangat meresahkan warga. Kami berharap ada perhatian serius, baik dari PDAM maupun aparat, agar masyarakat kembali merasa aman,” tegasnya.

Warga Desa Adat Pecatu berharap, penanganan yang cepat dan terkoordinasi tidak hanya menghentikan maraknya pencurian meteran air, tetapi juga menjaga keamanan lingkungan serta kesucian kawasan pura sebagai pusat kehidupan adat dan spiritual masyarakat. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM Badung Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR