Pencari Bekicot di Grobogan Jadi Korban Salah Tangkap dan Kekerasan Oknum Polisi

Iklan Home Page

Grobogan, baliwakenews.com – Kusyanto, seorang pencari bekicot asal Grobogan, Jawa Tengah, menjadi korban salah tangkap dan kekerasan yang dilakukan oleh anggota Polsek Geyer, Polres Grobogan, Aipda IR. Ia dituduh mencuri pompa air dan dipaksa mengaku di depan umum.

Dikutip dari Kompas.com, dalam sebuah rekaman video pendek yang beredar, Kusyanto terlihat pasrah saat mengalami intimidasi dari oknum polisi tersebut.

Baca Juga:  Atlet Jepang Berjaya di Simalungun Cup, Penonton Antusias Saksikan Aksi Para Pembalap

“Demi Allah, saya bukan pencuri. Keseharianku cuma berburu bekicot untuk dijual,” ujar Kusyanto, Sabtu (8/3/2025).

Meskipun akhirnya terbukti tidak bersalah, Kusyanto mengaku masih mengalami trauma mendalam akibat kejadian tersebut. Selain itu, ia juga merasa nama baiknya telah tercemar.

Baca Juga:  Tabung Gas Elpiji Meledak di Bar, Satu Orang Luka Bakar

Jumiyatun (45), kakak Kusyanto, menuntut keadilan dan meminta agar nama baik adiknya dipulihkan.

“Apa karena kami orang tak punya terus diperlakukan seenaknya? Kami minta nama baik Kusyanto dipulihkan dan pelaku meminta maaf secara langsung. Mental adik saya hancur. Kasihan,” kata Jumiyatun.

Baca Juga:  Tabanan Sabet Penghargaan UHC 2026, Komitmen Jamin Akses Kesehatan Warga Diapresiasi Nasional

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR