Padangsambian, baliwakenews.com
Dunia Esports kini semakin berkembang. Berbagai klub profesional pun lahir. Salah satunya di Bali, tepatnya di Kota Denpasar.
Klub tersebut bernama Team Vagos. Klub ini bisa dibilang rutin berkompetisi di level nasional. Sehingga di Bali seperti tidak ada lawan. Bahkan tak jarang, Team Vagos menjadi jawaranya.
Namun siapa sangka, Team Vagos lahir dari emperan toko maupun warung. Bahkan dulunya nomaden (berpindah-pindah tempat) dan hanya digeluti oleh segelintir orang.
I Gusti Ngurah Agung Indra Satwika Mantara atau akrab disapa Gung Wika adalah pioneer dari Team Vagos. Pemuda berusia 23 tahun ini adalah mantan player di klub itu dan kini menjadi ‘Big Bos’ di klub yang ia rintis dari nol.
Lantas bagaimana awal meniti Team Vagos sehingga menjadi besar seperti sekarang?
Gung Wika -sapaan akrabnya mengatakan Vagos Esports lahir karena jengah. Ya, dulu Gung Wika adalah player di tim tersebut. Namun Vagos yang dulu hanya ‘tim cupu’ dan sering kalah saat turnamen.
Ia pun jengah, dan akhirnya membranding Vagos lebih profesional. Dan lahirlah Vagos Esports pada tanggal 17 Februari 2021. Nama Vagos singkatan dari ‘Victory Againts Other Squad’.
“Waktu itu saya rekrut pemain sendiri, bentuk manajemen sendiri dibantu teman-teman yang lain. Saya juga branding Vagos di media sosial agar calon player percaya dengan kami,” kata Gung Wika.
Usahanya pun terbalas. Pelan tapi pasti, tim yang awalnya dulu latihan di emperan toko kelontong atau warkop kini memiliki homebase di bilangan Jalan Thamrin, Denpasar.
Hal itu tak terlepas dari prestasi yang didapat Vagos Esports baik itu jawara Bali maupun nasional.
“Dulu hanya main 1 game saja yaitu Mobile Legend. Sekarang sudah ada 6 divisi games dengan 1.671 member di fanbase di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Gung Wika juga punya pengalaman pahit ketika hobinya itu tak direstui kedua orangtuanya. Namun karena tekadnya yang kuat serta kegigihan, stigma buruk orang tuanya terhadap dunia esports ia patahkan.
“Sekarang justru kedua orang tua saya yang menjadi orang pertama yang mendukung saya,” serunya.
Sebagai pemuda, Gung Wika juga memiliki profesi lain di luar Vagos. Saat ini, ia menempuh pendidikan desain dan bisnis dan juga mengurus usaha keluarganya.
“Pernah waktu turnamen Piala Presiden, saya korbankan kuliah dan usaha di rumah. Saya fokus dengan tim dan akhirnya keluar sebagai juara. Beruntung pihak kampus juga ikut mendukung,” papar pemuda yang pernah didaulat menjadi Ketua Kontingen Esports Kota Denpasar saat Porprov Bali 2022 lalu.
Karena sudah masuk ranah industri, Vagos Esports juga dibangun secara profesional. Termasuk income yang didapatkan. Ada 3 sumber pendapatan dari Vagos itu sendiri yakni sponspor, penjualan merchandise, dan sharing hadiah juara manajemen dan players.
“Kalau dulu masih amatir, kami nothing to lose aja. Mau kalah mau menang tak ada masalah. Tapi kalau sekarang lebih ke pressure terutama sponsor dan anggota member,” tandas Gung Wika. BWN-06
Biodata
Nama Lengkap : I Gusti Ngurah Agung Indra Satwika Mantara
TTL : Denpasar, 2 Februari 2001
Usia : 23 tahun
Domisili: Kota Denpasar
Pendidikan :
– SD Negeri 19 Pemecutan
– SMP Negeri 7 Denpasar
– SMA Negeri 2 Denpasar
– New Media College
– Institut Desain & Bisnis Bali
Hobi :
– Bermain Game
– Motoran
– Sepak Bola

































