Mangupura, baliwakenews.com
Kisah pilu datang dari Gumi Panji Sakti Buleleng. Dua warganya ditemukan tewas di dasar jembatan Bangkung, Belok Sidan, Petang, Badung, Bali, Minggu 26/5/2024 sore.
Ketut Su (21) mengajak adiknya usia lima tahun, Putu Ya, bunuh diri dengan cara melompat dari atas jembatan. “Mereka ditemukan berpelukan. Keduanya sudah dalam keadaan tewas,” kata Kasi Humas Polres Badung IPDA Putu Sukarma, Senin (27/5/2024).
Belum diketahui secara pasti penyebab Ketut Su, asal Banjar Bontihing, Kecamatan Kubu Tambahan, Buleleng, melakukan aksinya. Namun diketahui mereka merupakan anak yatim piatu dari latar belakang ekonomi tidak mampu.
“Polisi masih menyelidiki motif sang kakak mengajak adiknya melompat di jembatan,” ucapnya.
Berdasarkan keterangan saksi mata, awalnya Ketut Su dan adiknya I Putu Ya, duduk berdua di trotoar atas jembatan. “Warga yang juga duduk di sebelahnya melihat keduanya juga duduk di lokasi. Awalnya tidak ada yang curiga,” kata Kasi Humas Polres Badung IPDA Putu Sukarma.
Tak berselang lama, keduanya sudah tidak ada di lokasinya semula. Saksi meyakini jika keduanya melompat ke dasar jembatan. Sebab hanya ada motor mereka di pinggir jalan atas jembatan. “Selanjutnya, saksi memberi tahu warga sekitar,” ucapnya.
Warga yang dibantu aparat, lantas mencari kedua korban asal Bontihing, Kubutambahan, Buleleng itu. “Keduanya tewas dengan kondisi mengenaskan. Sang adik salam posisi tengkurep di pinggir aliran sungai,” imbuhnya.
Selanjutnya, jasad keduanya dibawa ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar. “Pihak keluarga korban, yakni paman nya juga telah datang ke Polsek Petang, untuk memastikan kronologis kejadian. “Jembatan Tukad Bangkung sering dijadikan lokasi bunuh diri. Selain jembatan tinggi, termasuk jauh dari pemukiman masyarakat sehingga menganggap akan berhasil bunuh diri ditempat tersebut,” tegasnya. BWN-01

































