Pembangunan Meru Tumpang Tiga Putra Gunung Payung Mulai Digarap

Iklan Home Page

Kutuh, baliwakenews.com

Pembangunan kembali pelinggih Meru Tumpang Tiga Pura Dang Kahyangan Gunung Payung mulai digarap. Hal ini dilakukan setelah Meru tersebut terbakar pada 19 September lalu. Untuk pembangunan Meru Pura Dang Kahyangan ini dianggarkan sebesar Rp 440 Juta belum termasuk upacara. Hal Itu diungkapkan I Made Sudarma Yasa yang akrab disapa Guru Kledet atau Jro Dalang Senin 27 November 2023.

Sudarma Yasa memaparkan, untuk fokus pengerjaan di areal Pura akan dimulai 15 Desember 2023 mendatang. Namun untuk persiapan bahan seperti kayu dan lainnya sudah berjalan. Karena proses pengerjaan Meru Tumpang Tiga ini melalui beberapa tahapan. Diawali dengan pemilihan dan pengadaan bahan kayu yang khusus untuk membangun Pelinggih Meru tersebut. Karena kaittanya dengan kesakralralan dari pelinggih tersebut.

Dijelaskan Sudarma Yasa selaku tahapan awal mulai dari perencanaan dan pengumpulan kayu jenis majegau. Pohon Inimemiliki keharuman khusus dan sangat langka untuk bahan Pelinggih Meru tersebut. “Kami sudah melakukan proses penebangan kayu pada 20 November 2023 lalu. Karena hari itu adalah hari baik untuk menebang pohon. Kayu itu didapat dari hutan daerah Pupuan, Kabupaten Tabanan karena pohon itu sangat langka,” ungkap Jro Dalang.

Baca Juga:  Dua Hari Menghilang di Tol, Kadek Dika Ditemukan Meninggal

Setelah proses penebangan kayu, di hari ke-12 langsung dilakukan proses pengeringan dengan cara diovem agar tidak memakan waktu lama untuk mengeringkannya. “Sebab proyek ini ditargetkan harus selesai sebelum Pujawai yaitu Purnamaning Kawulu di tanggal 25 Januari 2024 mendatang,” imbuhnya.

Dia memgaku sempat kesulitan dalam menemukan tukang atau undagi untuk diajak mengerjakan pelinggih ini. Lewat petunjuk dari mimpi yang dialaminya akhirnya undagi yang akan menemaninya mengerjakan proyek ini menemuinya. “Saya senang saat ini sudah mendapat tukang yang akan membantu saya. Tenaga kerja yang dilibatkan nanti untuk mengukir saja 4 orang dan pengerjaan untuk batunya sekitar 6 orang, kalau mendesak akan ditambah lagi,” bebernyaz

Baca Juga:  Farksi Golkar Minta Tinjau Kembali Pendapatan Daerah Tahun 2021

Bangunan Pelinggih ini nantinya akan menggunakan total 9 saka yang salah satunya akan diletakkan di bagian tengah Meru Tumpang Tiga tersebut. Tunggi Saka bangunaan ini mencapai 5 meter dengan diameter kayu 145 cm. Sedangkan untuk atap meru yang menggunakan ijuk akan digarap terpisah oleh undagi atap asal Blahbatuh Gianyar. “Anggarannya sudah saya buat di dalam RAB kira-kira menggangu akan Rp 440.000.000 sekian, belum termasuk dana upacaranya,” ucapnya

Sementata Itu Bendesa Adat Kutuh selaku Pengempon Pura Dang Kahyangan Gunung Payung, Jro Nyoman Mesir, memaparkan untuk Penanganan pembangunan Meru Tumpang Tiga ini, pihaknya memang mempercayakan kepada Salah seorang Undagi setempat untuk mengkoordinir pembangunan yakni, I Made Sudarma Yasa.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Hadiri Rakornas Satu Data Ketenagakerjaan Tahun 2022  

Guru Kledet dipercaya memimpin proyek perbaikan Meru karena warga lokal yang tidak hanya memiliki keahlian dalam keundagian tetapi juga dapat memastikan proses pengerjaan berjalan dengan lancar serta memudahkan koordinasi. “Karena memang beliau warga lokal (Desa Adat Kutuh) dan memiliki keahlian keundagian, sehingga lebih cepat selesai dan mudah memantaunya di sini,” ujar Jro Mesir.

Dia juga berharap Pengerjaan proyek ini dapat selesai sebelum pelaksanaan Pujawali, Januari 2024,yakni minimal 14 hari sebelumnya. Hal ini untuk memastikan kesiapan pura dalam menyambut upacara Pujawali tersebut dan sekaligus dilakukan Upacara Melaspas. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR