Singaraja, Baliwakenews.com
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus menggenjot penguatan kualitas data melalui program BIMA Sakti (Bina Masyarakat Statistik) yang diinisiasi Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, sekaligus meningkatkan literasi statistik masyarakat hingga level pelaku UMKM.
Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti), .Pemkab Buleleng memastikan program ini berjalan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Satu Data Indonesia.
Kepala Bidang Persandian dan Statistik Dinas Kominfosanti Buleleng, Komang Ery Marta Pariata, ST., menjelaskan, BIMA Sakti merupakan bagian dari fungsi pembinaan statistik oleh BPS sebagai pembina data.
Dalam sistem ini, BPS bertugas sebagai pembina data, Dinas Kominfosanti sebagai wali data, Bappeda sebagai sekretariat data, sementara seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi produsen data.
“Tujuan utama pembinaan ini adalah mendorong peningkatan kualitas data agar sesuai dengan kaidah statistik, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan memastikan sinkronisasi data antar perangkat daerah,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Ery Marta, program BIMA Sakti akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan lima kali kegiatan dalam satu tahun. Fokus utamanya bukan hanya menghadirkan data yang akurat, tetapi juga memastikan data tersebut benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai wali data, Dinas Kominfosanti memegang peran strategis dalam mengelola dan menyebarluaskan data sektoral dari berbagai OPD. Salah satu contoh konkret adalah penyediaan data sebaran titik layanan free Wifi di seluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng yang dapat diakses masyarakat secara luas.
Tak hanya itu, peningkatan literasi statistik juga terus didorong melalui portal Satu Data Buleleng dan berbagai kanal media sosial. Informasi statistik dikemas dalam bentuk infografis melalui program “Minfotik” agar lebih mudah dipahami publik.
“Melalui literasi statistik, masyarakat diajak untuk lebih memahami informasi berbasis data, sekaligus memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan ruang terbuka hijau, pengenalan potensi pasar tradisional, hingga sektor UMKM,” jelasnya.
Ia menegaskan, partisipasi aktif masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menghasilkan data berkualitas. Terutama bagi pelaku usaha dan UMKM, kejujuran dan akurasi dalam memberikan data sangat dibutuhkan, khususnya dalam pelaksanaan sensus ekonomi oleh BPS.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BPS, seluruh OPD, hingga masyarakat, Pemkab Buleleng optimistis ekosistem data yang kuat dan terintegrasi dapat terwujud, sehingga kebijakan pembangunan benar-benar lahir dari kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar asumsi. BWN-03


































