Farksi Golkar Minta Tinjau Kembali Pendapatan Daerah Tahun 2021

Iklan Home Page

Mangupura,baliwakenews.com

Fraksi Golkar DPRD Badung meminta eksekutif untuk meninjau kembali
pendapatan daerah tahun 2021 yang dirancang sebesar Rp.4.337.538.810.114,00. Angka tersebut dianggap kurang realistis. Hal tersebut disampaikan saat pembacaan pemandangan umum (PU) fraksi pada sidang paripurna DPRD Badung, Senin (9/11) di gedung Dewan Badung.

Pada PU yang dibacakan Nyoman Suka tersebut, Fraksi Golkar berasumsi besaran pendapatan daerah Kabupaten Badung tahun anggaran 2021 sebesar Rp. 2,5 triliun, yang terdiri dari pendapatan asli daerah, pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan yang sah. “Asumsi kami kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah hanya sekitar 50 persen yang pada tahun-tahun sebelumnya kisaran 80 persen sampai dengan 85 persen. Sehingga APBD Badung perlu dirasionalisasi,” terangnya.

Baca Juga:  ITDC Bagikan 500 Paket Sembako Untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid -19

Menurut fraksi yang diketuai I Gusti Ngurah Shaskara itu, menjadikan pajak daerah sebagai primadona pendapatan daerah utamanya pajak hotel dan restoran, perlu adanya upaya-upaya peningkatan pendapatan melalui sektor tersebut. “Berdasarkan data bulan Oktober 2020 terdapat 1.332 hotel dan restoran di Kabupaten Badung yang menunggak pajak dengan kisaran piutang pajak Rp.650 miliar. Piutang ini sebelum pandemi covid-19 terjadi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri Apel dan Acara Syukuran HUT Bhayangkara Ke-76

Maka, lanjut Suka perlu dilakukan upaya-upaya penagihan serta mengedepankan metode pemungutan pajak dengan online sistem dan real time. Fraksi Golkar juga meminta pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada sektor pariwisata. Sebab, pariwisata merupakan trigger pendapatan daerah. “Perlu adanya program-program inovatif sehingga recovery kepariwisataan Badung dapat segera terwujud,” pintanya.

Baca Juga:  Sika Adi Putra Gantikan Suyasa Dalam Perhelatan Pileg 2024

Bidang lain lanjut Suka, anggaran belanja daerah agar lebih difokuskan pada program atau kegiatan wajib yaitu pendidikan dan kesehatan di tengah kondisi APBD Badung yang mengalami kontraksi. “Disamping program wajib, kami juga mendorong program keberpihakan kepada krama Badung yang difasilitasi oleh eksekutif dan legislatif demi kesejahteraan masyarakat,” katanya. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR