Kutsel, baliwakenews.com
Aplikasi Bago (Badung Go and Grow Together) resmi di luncurkan di Kecamatan Kuta Selatan bertempat di Banjar Tengah Desa Adat Tanjung Benoa, Rabu 8 September 2021. Hal ini sebagai tindaklanjut setelah sebelumnya di luncurkan di Kecamatan Abiansemal, Mengwi dan Kuta Utara. Peluncuran aplikasi ditandai dengan penyerahan lima unit sepeda motor oleh Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata. Hadir pula Ketua Fraksi Badung Gede DPRD Badung sekaligus Bendesa Adat Tanjung Benoa, I Made Wijaya, Anggota DPRD Badung Dapil Kuta Selatan, Wayan Sugita Putra, Wayan Loka Astika, perwakilan Camat Kuta Selatan, Lurah Tanjung Benoa, serta Bendesa Adat Tengkulung.
Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata dalam sambutannya memaparkan aplikasi Bago bertujuan untuk membenahi ekonomi mulai dari Desa. Hal ini ditegaskanya sangat penting sekali, karena sektor-sektor diluar pariwisata yang akan hidup adalah UMKM, IKM termasuk kelautan,dan pertanian, ini akan kembali pada pola lama. Karena inilah Bago hadir dengan pola berbeda dengan aplikasi lainnya.
Lebih jauh diungkapkannya, pemberian lima unit sepeda motor oleh aplikasi Bago, agar pengemudi langsung bisa bekerja seperti halnya aplikasi Bago begitu diluncurkan sudah siap. Begitu pun pembeli dan yang mengantarkan juga sudah siap. “Sebagai pembeli diawal adalah PNS, PNS adalah penggerak ekonomi kerakyatan, nah inilah yang disebut dengan peranan pemerintah melalui PNSnya,” ungkap Politisi PDIP ini.
Parwata juga memaparkan aplikasi Bago merupakan kelanjutan program Pemerintah. Dimana dirinya sebagai wakil rakyat dan Bupati di Pemerintahan Kabupaten Badung bersama-sama membuat terobosan. Yakni dengan merancang bagaimana caranya melanjutkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Badung. Terutama di masa Covid-19 yang sudah berlangsung cukup lama ini.
Dia juga mengutip moto Bupati Badung, yakni hidup kita ini ada pada genggaman. “Artinya hidup masyarakat Badung di era sekarang tidak bisa lepas dari digitalisasi,”tegas Parwata.
Dia juga menegaskan, Beberapa prpgram juga sudah dilakukan Bupati Badung dalam membantu warga Badung yang terdampak covid 19. Diantaranya memberikan bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat yang terdampak covid. Tidak berhenti sampai di sana, berbagai upaya dalam mengangkat ekonomi krama Badung juga terus dilakukan, seperti peluncuran Aplikasi Bago ini. “Covid ini tidak bisa kita prediksi kapan berakhirnya. Untuk itu Bapak Bupati bekerjasama dengan seluruh masyarakat Badung bersatu padu membangun konsep ekonomi kerakyatan,” paparnya.
Dimana hadir peran sektor swasta dengan konsep kebersamaan pikiran di masyarakat untuk menghidupkan perekonomian di masa pandemi ini. “Inilah gagasan besar yang disampaikan Bapak Bupati dengan saya sebagai Ketua DPRD, sehingga muncul aplikasi Bago,”akunya sembari menambahkan diluncurkannya aplikasi Bago untuk Kecamatan Kuta selatan di Tanjung Benoa karena yakin akan komitmen Bendesa Adat Tanjung Benoa Made Wijaya bersama para tokoh yang ada dalam membangun ekonomi yang ada. Dengan begitu Tanjung Benoa akan berkembang. Sebab pihaknya yakin, dengan komitmen Jro bendesa Made Wijaya yang juga anggota DPRD, Bago akan mampu membangkitkan perekonomian di Tanjung Benoa dan Badung bahkan Bali.
Bendesa Adat Tanjung Benoa I Made Wijaya, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati dan Ketua DPRD Badung atas diluncurkanya aplikasi Bagodi Tanjung Benoa. Bahkan dianggapnya sebagai tonggak sejarah sebagai program yang bisa meningkatkan taraf hidup UMKM di Tabjung Benoa dan Badung pada umumnya.
Dia berharap semoga program ini berkembang dan mengangkat kuliner yang ada di Tanjung Benoa agar lebih dikenal oleh masyarakat Badung maupun masyarakat Bali. “Selaku Bendesa Adat saya berharap cita-cita mulia yang merupakan program kerja Bupati Badung beserta jajaran bisa menjadi program wajib yang harus dilakukan masyarakat untuk kemajuan Kabupaten Badung,” pungkasnya. BWN-04

































