Museum Taman Perdamaian Bali, Diyakini Jadi Magnet Wisata Baru dan Penggerak Ekonomi Ground Zero

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com


Pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali di kawasan Ground Zero Kuta mendapat dukungan penuh dari Desa Adat Kuta. Keberadaan museum yang kini mulai dibangun diyakini tidak hanya menjadi pengingat tragedi Bom Bali 2002, tetapi juga mampu menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai destinasi wisata sejarah yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.


Pemerintah Kabupaten Badung saat ini terus mempercepat pembangunan museum dengan target penyelesaian fisik pada Desember 2026. Proyek masih berada pada tahap awal, dengan fokus pekerjaan berupa persiapan lahan dan pembangunan pondasi. Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana, Rabu (29/7/2026), mengatakan dukungan Desa Adat Kuta menjadi salah satu modal penting dalam mewujudkan museum sebagai ikon baru Ground Zero.


Menurutnya, desa adat menilai keberadaan museum akan meningkatkan kunjungan wisatawan, sehingga berdampak positif terhadap pendapatan daerah maupun ekonomi masyarakat di sekitarnya. “Terkait pengelolaan, kami terus berkoordinasi dengan Desa Adat Kuta. Kami membuka peluang keterlibatan desa adat dalam pengelolaan museum, meskipun aset tersebut tetap menjadi milik pemerintah daerah,” ujarnya.

Baca Juga:  Wayan Suyasa Buka Turnamen Bilyar Munggu Cup 1, Apresiasi Kegiatan Positif Pemuda


Ia menjelaskan komunikasi dengan desa adat terus dilakukan agar konsep pengelolaan museum nantinya mampu saling mendukung dan memberikan manfaat bagi semua pihak. Sementara itu, progres pembangunan terus berjalan dan dipantau setiap hari melalui laporan penyedia jasa konstruksi. Sejumlah pekerjaan awal telah diselesaikan, mulai dari pembersihan lokasi, pematangan lahan, pengurasan air menggunakan pompa, fabrikasi bekisting dan pembesian, galian pondasi pile cap, pengangkutan tanah galian hingga fabrikasi dinding baja.
“Setiap hari kami menerima laporan perkembangan pekerjaan,” katanya.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Lepas Peserta Utsawa Dharma Gita Duta Kabupaten Badung


Secara administrasi, proyek masih berada pada tahap awal pelaksanaan dengan progres pekerjaan masih di bawah 30 persen. Setelah laporan pertanggungjawaban tahap pertama rampung, pembangunan akan dilanjutkan ke termin kedua sebesar 40 persen. Mantan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Badung itu optimistis pembangunan fisik museum dapat diselesaikan sesuai target pada Desember 2026. Setelah bangunan utama rampung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penataan interior museum.


Meski pembangunan terus berlangsung, Pemkab Badung belum membahas skema tarif masuk museum. Pemerintah masih memprioritaskan penyelesaian pembangunan fisik, sedangkan konsep operasional dan pengelolaan akan disiapkan secara bertahap. Selain menggandeng Desa Adat Kuta, Pemkab Badung juga terus berkomunikasi dengan Konsulat Jenderal Australia terkait pengembangan museum dan berbagai agenda yang berkaitan dengan tragedi Bom Bali 2002.

Baca Juga:  Bupati Hadiri HUT Ke-100 Desa Mambal


Di sisi lain, peringatan tragedi Bom Bali tahun ini dipastikan tetap digelar meski dengan konsep berbeda. Penyesuaian dilakukan karena kawasan Ground Zero masih dalam proses pembangunan sehingga pelaksanaannya tidak mengganggu pekerjaan konstruksi. Peringatan tetap dilaksanakan agar tragedi kemanusiaan tersebut tidak dilupakan. “Kami sedang merancang formulanya,” kata Sukadana.


Ke depan, Museum Taman Perdamaian Bali diharapkan menjadi simbol persatuan, solidaritas, dan kemanusiaan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas wisata di kawasan Ground Zero. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR