Denpasar, baliwakenews.com
Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai (UNR) menggelar workshop internasional di Kampus UNR, Denpasar, Sabtu 9 Agustus 2025. Warkshop yang menghadirkan pakar riset dari Sunway Business School, Malaysia tersebut mengusung tema “Navigating the Global Research Landscape: Strategies for High-Impact Publication and Academic Advancement” .
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dosen dari lingkungan UNR dan mahasiswa dari program studi Magister Manajemen Inovasi Pascasarjana UNR, untuk meningkatkan kemampuan publikasi di jurnal internasional bereputasi.
Workshop yang berlangsung di ruang International Class F2.3 ini menghadirkan pembicara tunggal, Prof. Dr. Zaheer Anwer, Associate Professor Department of Accounting, Finance and Economics, Sunway Business School, Malaysia.
Sebagai peneliti kelas dunia sekaligus Deputy Dean (Internationalisation), Prof Zaheer membagikan pengalaman dan strategi publikasi high-impact, mulai dari pemilihan topik, desain penelitian, hingga proses publikasi.
Direktur Pascasarjana UNR, Dr. Nyoman Diah Utari Dewi, A.Par, MAP., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi riset, khususnya Program Studi Magister Manajemen Inovasi (MMI) yang baru berdiri tahun ini.
“Ini tahun pertama MMI, dan kami langsung mendatangkan Prof Zaheer dari Sunway University. Materi dibahas dari A sampai Z, mulai mencari tema, menulis riset, hingga publikasi,” ujar Diah Utari.
Ia menambahkan, UNR telah menjalin kerja sama (MoU) dengan Sunway University sejak tahun lalu. Kolaborasi ini melibatkan MMI UNR dengan Business School Sunway, dan sebelumnya UNR juga pernah menggelar acara serupa dengan pembicara Prof Catherine dari institusi lain.
Dalam paparannya, Prof Zaheer menegaskan bahwa publikasi di jurnal top-tier memerlukan strategi matang. “Ini bukan perjalanan mudah. Pertama, harus memahami proses penelitian, memilih topik menarik, menentukan audiens luas, dan memastikan hasil riset bermanfaat bagi akademisi, industri, dan pemerintah,” ujarnya.
Ia juga memaparkan tantangan publikasi global, antara lain keterbatasan mentor, dana riset, jumlah jurnal bereputasi, serta kendala bahasa Inggris. Untuk mengatasinya, ia menyarankan kolaborasi lintas negara dan memperkuat keahlian masing-masing.
“Kalau di Indonesia kuat di metode kuantitatif, gandeng peneliti yang ahli menulis. Atasi kelemahan melalui kolaborasi,” sarannya.
Prof Zaheer pun merekomendasikan topik riset yang relevan dan inovatif, seperti FinTech, cryptocurrency, dampak tarif perdagangan AS terhadap ekspor ASEAN, hingga pengaruh perang terhadap perekonomian nasional.
Workshop diharapkan menjadi katalisator peningkatan output riset internasional bagi dosen dan mahasiswa UNR. BWN-03





























