Kuta, baliwakenewa.com
Setelah banyak mendapat sorotan, abrasi Pantai Kuta dipastikan akan segera tertangani. Menurut Kadis PUPR Badung, IB Surya Suamba penanganan abrasi Pantai Kuta ini akan digarap Bulan Mei 2024 ini.
Namun yang melakukan pengerjaannya adalah dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. Penanganan yang dilakukan berupa penbahan pasir dan Pembatan Pemecah Gelombang sesuai harapan Desa Adat Kuta. Sedangkan pihaknya di Pemkab Badung akan melakukan penanganan lanjutan dengan penambahan pasir pada tahun 2025.
Penanganan ini tidak hanya dilalukan di Pantai Kuta namun hingga ke Cemagi. Terpisah sebelumnya, Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana mengakui abrasi memang terjadi di Pantai Kuta. Terutama di areal depan Setra atau kuburan Desa Adat Kuta.
Untuk mencegah abrasi ini semakin parah pihakmya mengusulkan agar dibangun breakwater atau pemecah gelombang di kawasan ini. “Kalau sekarang ditambah pasir akan habis tergerus karena belum ada penangannya.,” ujarnya.
Mantan Ketua LPM Kuta ini menambahkan fungsi pemecah gelombang ini adalah untuk menahan gempuran ombak ke pesisir sehingga pasir tisak tergerus. Dia juga mematikan Pemecah gelombang ini tidak akan menggangu kegiatan surfing yang ada di sana.
“breakwater yang dibangun hanya di depan Setra Desa Adat Kuta menuju depan hard roc,” pungkasnya. BWN-04
































