Mangupura, baliwakenews.com
Sejak beberapa hari ini udara di Bali terasa panas membara. Banyak warga yang bertanya penyebab dari fenomena ini. Sementara itu. Pihak BMKG Wilayah III Denpasar menyebut cuaca panas ini dipicu oleh gerak semu matahari.
“Cuaca yang terasa panas beberapa hari ini disebabkan oleh gerak semu matahari, yang mana posisi matahari saat ini berada di Belahan Bumi Selatan (BBS),”.papar Prakirawan BBMKG wilayah III Badung, Brian Eko Permadi dikonfirmasi Rabu (6/2/2025).
Selain pososi matahari di BBS, sambung dia, berkurangnya tutupan awan di wilayah Bali juga menyebabkan panas matahari langsung ke permukaan bumi. Walau cuaca terasa panas, tegas dia,Bali sendiri masih berada pada periode musim hujan yang puncaknya terjadi pada bulan Desember dan Januari.
Hal ini akan berdampak intensitas hujan cenderung mengalami penurunan. “Kondisi suhu panas ini masih akan terjadi beberapa hari ke depan,” sambungnya sembari menambahkan pihaknya di BMKG mengimbau kepada masyarakat yang ingin beraktivitas di luar saat cuaca panas dapat memakai tabir Surya.
Selain itu agar senantiasa memenuhi kondisi kebutuhan air ditubuh untuk menghindari dehidrasi. “Tetap waspada akan adanya potensi cuaca ekstrem dengan memperhatikan informasi BMKG khususnya peringatan dini cuaca,” sarannya.
Brian juga mengungkapkan, terkait suhu di wilayah Bali, yang tercatat kemarin pada stasiun meteorologi ngurah rai adalah 34 C dan stasiun geofisika sanglah 36 C. BWN-04































