Tabanan, baliwakenews.com
Dunia olahraga Tabanan mulai bergeliat sejak ditunjuk menjadi tuan rumah Porprov Bali 2019 lalu. Hal itu ditunjukkan dengan mulai bermunculan patriot olahraga Tabanan di beberapa cabang olahraga (cabor) yang mewakili Bali di pentas PON 2020/Papua, bahkan ada juga yang mengharumkan nama Bali dengan menyabet medali.
Harapan yang sama diharapkan pada ajang PON 2024 mendatang dimana banyak atlet Tabanan yang kembali terpilih mewakili Bali. Ketua Umum KONI Tabanan, I Made Nurbawa, Minggu 6 Agustus 2023, saat dikonfirmasi menjelaskan saat ini ada 47 atlet asal Tabanan yang tergabung di kontingen cabor Bali yang berjuang di pentas Pra-PON atau babak kualifikasi PON.
“Dari 47 orang itu, sementara ada 6 atlet di petanque, 1 di atletik, dan 2 orang di woodball. Harapan kami setidaknya dari 47 orang itu 50 persennya bisa lolos,” ujar Nurbawa.
Lanjut Nurbawa, di cabor lain juga masih berpeluang seperti wushu, pencak silat, motokros, dan rugby putri. “Di rugby putri itu ada 6 orang atlet Tabanan,” tegasnya.
Ditanya mengenai jumlah 47 orang itu, Nurbawa mengaku jika jumlah itu masih belum cukup jika dikomparasi dengan jumlah atlet unggulan Tabanan. “Harapan kami sekitar 70 an atlet tampil di Pra-PON baru bisa dikatakan cukup,” serunya.
Di sisi lain, pihaknya juga ingin mengetahui kenapa sedikit atlet Tabanan yang mengikuti Pra-PON ini. “Apakah memang atlet Tabanan yang kalah bersaing atau ada regulasi cabor yang menabrak pola pembinaan di Tabanan,” tegasnya.
Dicontohnya seperti di wushu, ada 4 orang atlet Tabanan yang sukses di Porprov Bali 2022 dengan meraih medali, tapi justru tak terpilih menjadi tim Bali untuk babak kualifikasi PON.
“Proses seleksi di internal pengprov cabor maupun pengkab perlu di bangun supaya kesannya tidak subyektif. Kami tidak ingin bahwa cabor kita apakah benar karena subyektif atau kualitasnya kurang sehingga mekanisme berjenjang menjadi terbangun,” tandasnya. BWN-06





























