web analytics

LPD Intaran Dikabarkan Kolaps, Kejari Denpasar Turun Tangan

Denpasar, baliwakenews.com

LPD Desa Adat Intaran, Sanur, Denpasar Selatan yang dikabarkan kolaps karena nasabah tak bisa menarik tabungan menggelar rapat yang membuahkan beberapa kebijakan. Hal ini langsung menarik perhatian penyidik Kejari Denpasar yang kabarnya langsung melakukan pengumpulan data dan keterangan.

Kasi Intel Kejari Denpasar, Putu Eka Suyantha dikonfirmasi, Minggu (19/6) membenarkan. Menurut Eka dalam kasus ini, penyidik Kejari Denpasar baru tahap pengumpulan keterangan belum sampai penyelidikan. “Baru tahap meminta keterangan, belum sampai penyelidikan atau penyidikan,” ujar Eka.

Sementara itu, kabar lainnya menyebutkan pasca beredar kabar kondisi LPD Intaran yang kesulitan dana, pengurus LPD Intaran langsung menggelar rapat pada Rabu (14/6). Dari rapat tersebut diputuskan Bendesa Adat akan membentuk tim khusus untuk bantu LPD Intaran. Bahwa Tim khusus dan LPD ini juga sedang bertindak aktif ke nasabah nasabah untuk memberi pengertian dan meminta kerjasamanya agar tetap tenang.

Baca Juga:  Siswa SMP dan SMA di Denpasar Berkomplot Lakukan Perampokan, Seorang Didor

Pasalnya, saat ini sedang dicarikan solusi terbaik. Disebutkan, jika nasabah panik malah akan semakin buruk bahkan akan bisa ke ranah hukum dan jika aktifitas LPD di bekukan semua akan rugi, karena ada pihak pihak yang sengaja akan memanfaatkan situasi dengan isu isu lain.

Baca Juga:  RSUD Wangaya Gelar Rapid Test Bagi 10.818 Petugas KPPS

Terkait kekurangan likuiditas saat ini, solusinya mendekati masyarakat Intaran yang memiliki kepedulian dan kemampuan finansial ataupun Lembaga lembaga desa seperti Forum Manager untuk bisa ikut membantu yaitu melalui rencana melepaskan aset aset yang saat ini sudah diambil di 6 lokasi. Nantinya aset-aset ini akan dijadikan dana likuiditas untuk nasabah nasabah yang masih menunggu dananya untuk jangka waktu 4 – 6 bulan ke depan. Terakhir, untuk hal hal yang terkait miss managemen dan Human Error akan di check satu per satu untuk di selesaikan dan diambil tindakan sesuai temuan nantinya. Sementara itu, Ketua LPD Intaran, Wayan Mudana yang dikonfirmasi tidak membalas WhatsApp dan mengangkat telpon.

Baca Juga:  Bali Jadi Tuan Rumah Rakor Tata Ruang dan Kawasan Hutan untuk 7 Provinsi, Ini Harapan Sekda Dewa Indra

Seperti diketahui, sejak sebulan belakangan sejumlah nasabah LPD Intaran, Desa Pekraman Sanur mulai resah. Pasalnya mereka kini tak bisa menarik tabungan atau deposito di LPD Intaran karena kondisi LPD yang dikabarkan sedang kolaps. Informasi yang berkembang, LPD Intaran saat ini sedang krisis. Kondisi ini membuat LPD Intaran tidak mampu lagi membayar tabungan dan deposito. BWN-01

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -
%d blogger menyukai ini: