Mangupura, baliwakenews.com
Popularitas pantai-pantai di Badung sebagai surga surfing dunia ternyata dibarengi dengan peningkatan kesiapan tim penyelamat di laut. Lifeguard Kuta dan Kuta Selatan kini terus mengasah kemampuan menghadapi medan ekstrem demi menjaga keselamatan wisatawan yang memadati kawasan pantai Bali selatan.
Komitmen itu terlihat dalam pelatihan operasional Jet Ski yang digelar UPTD Penyelamatan Wisatawan (Lifeguard) Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan di Pos Lifeguard Kuta, Jumat (8/5/2026). Pelatihan tersebut mendapat perhatian langsung Kepala Dinas Pariwisata Badung, A.A. Putri Mas Agung, yang turun memantau kegiatan di lapangan.
Kadisparda Badung memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat para lifeguard yang menggelar pelatihan secara swadaya demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kemampuan rescue di laut.
“Pantai di Badung sampai saat ini masih menjadi primadona surfing dunia. Karena itu lifeguard harus benar-benar siap memberikan pelayanan dan penyelamatan terbaik kepada wisatawan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan lifeguard menjadi bagian penting dalam menjaga citra pariwisata Badung, khususnya di kawasan pantai yang setiap hari dipadati peselancar domestik maupun mancanegara.
Pelatihan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kesiapan personel menghadapi situasi darurat di laut, terutama di kawasan dengan ombak besar dan arus kuat yang selama ini menjadi favorit peselancar dunia.
Kadisparda juga menilai latihan seperti ini penting untuk menjaga standar pelayanan keselamatan wisata bahari di Badung agar tetap profesional dan bertaraf internasional. Terkait dukungan anggaran ke depan, pihaknya mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pimpinan dan instansi terkait mengingat proses penganggaran harus melalui mekanisme APBD. “Kegiatan ini tentu akan kami laporkan dan koordinasikan lebih lanjut,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Penyelamatan Wisatawan Kecamatan Kuta, Wayan Somer, mengatakan pelatihan dilakukan dalam lima tahap dengan memilih lokasi yang memiliki karakter ombak dan tingkat kesulitan berbeda.
Mulai dari Pantai Legian hingga Pantai Suluban, Pecatu yang dikenal memiliki ombak besar, tebing, karang, dan arus ekstrem. Menurut Somer, latihan di medan berat menggunakan rubber boat dan Jet Ski sangat penting agar anggota lifeguard terbiasa menghadapi kondisi nyata saat proses penyelamatan berlangsung. “Kami ingin anggota benar-benar siap, baik secara pengetahuan, mental, maupun fisik saat melakukan rescue,” tegasnya.
Dalam pelatihan tersebut, Somer bahkan turun langsung memimpin simulasi penyelamatan bersama anggota yang telah berpengalaman di kawasan Uluwatu dan Suluban.
Sebanyak 16 peserta dinyatakan lulus dan menerima sertifikat pelatihan. Mereka nantinya diharapkan menjadi instruktur bagi anggota lainnya sehingga kemampuan rescue lifeguard Badung semakin merata.
Kepala UPTD Lifeguard Kuta Selatan, Ni Putu Sastra Labda Patni, menambahkan bahwa lifeguard merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan wisata bahari yang menjadi ikon pariwisata Badung.
Karena itu, pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas SDM lifeguard agar tetap mampu bersaing dengan standar internasional. “Latihan gabungan ini juga untuk memperkuat soliditas antaranggota lifeguard Kuta dan Kuta Selatan,” ujarnya.
Ia berharap dukungan pemerintah terhadap pengembangan lifeguard terus berlanjut, baik dari sisi peralatan, fasilitas, maupun pelatihan rutin. Menurutnya, latihan seperti ini bahkan jarang dilakukan di daerah lain dan bisa menjadi contoh penguatan sistem keselamatan wisata bahari di Bali. “Kami optimistis pelatihan seperti ini bisa terus berjalan melihat semangat anggota yang sangat luar biasa,” pungkasnya. BWN-04

































