Lagi, Jalan Ambles di Tabanan, Jalur Denpasar–Gilimanuk Kian Rawan

Iklan Home Page

Tabanan, baliwakenews.com – Lalu lintas kendaraan di jalur barat Bali kembali terganggu. Setelah kerusakan jalan jebol di depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, belum tuntas diperbaiki, kini giliran ruas penghubung Desa Tista dan Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, yang ambles sedalam tiga meter. Arus kendaraan roda empat dan lebih terpaksa dialihkan ke jalur alternatif karena kondisi jalan tak lagi bisa dilintasi.

“Kami alihkan kendaraan ke jalur Desa Kelating menuju Penarukan,” kata Perbekel Desa Tista, I Made Suardana Putra, Senin (14/7). “Yang boleh lewat hanya sepeda motor, itu pun harus hati-hati.”

Amblesnya jalan terjadi akibat gorong-gorong tua di bawah permukaan yang tak mampu menahan debit air saat hujan deras mengguyur kawasan itu. Pada Sabtu (12/7), permukaan jalan mulai menunjukkan retakan. Sehari kemudian, aspal menganga dan membentuk lubang besar yang nyaris menelan seluruh lebar jalan desa.

Baca Juga:  Mengamuk Usai Mabuk Arak, Bule Aussie Tewas Ditangan Bos Kafe

Bagi warga sekitar, jalan itu lebih dari sekadar akses lokal. Ia adalah jalur penghubung vital yang menjadi alternatif saat jalur utama Denpasar–Gilimanuk terganggu. Kini, dua jalur sekaligus berada dalam kondisi darurat.

“Kami sudah pasang rambu peringatan dan laporkan ke Dinas PUPRPKP. Warga juga kami minta tidak nekat lewat,” ujar Suardana.

Tim teknis dari Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan langsung turun melakukan pengecekan. Kepala Bina Marga, I Made Partana, menyebut bahwa kerusakan kali ini cukup serius.

Baca Juga:  Polda Bali Hubungkan 1.214 CCTV Pengamanan World Water Forum ke-10

“Hasil pemeriksaan menunjukkan ada kerusakan struktural. Jalan ditutup total untuk roda empat, dan kami sedang siapkan langkah perbaikan darurat,” katanya.

Kondisi ini menambah panjang daftar kerusakan infrastruktur jalan di jalur barat Bali. Belum sempat pulih di Bajera, kini muncul titik kritis baru di Kerambitan. Arus distribusi barang, perjalanan wisatawan, dan mobilitas warga ikut terganggu.

Di tengah musim kemarau yang mulai basah oleh hujan tak menentu, kekuatan infrastruktur diuji. Dan lagi-lagi, desa menjadi baris depan yang paling terdampak.

Baca Juga:  BNNP Geledah Tempat Hiburan dan Vila di Canggu, Sejumlah Turis yang Positif Narkoba Diamankan

“Ini jalan harian kami. Anak-anak sekolah lewat sini, petani bawa hasil panen juga lewat sini,” keluh seorang warga yang ditemui di lokasi. “Kalau makin parah, kami harus putar jauh.”

Pemerintah daerah berjanji akan segera mempercepat perbaikan. Namun, hingga pekerjaan dimulai, warga hanya bisa berharap lubang menganga itu tak makin melebar—dan tak menelan siapa pun yang melintas terlalu dekat. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR