Krokot, Si ‘Gulma’ yang Kaya Manfaat dan Bernutrisi Tinggi

Iklan Home Page

baliwakenews.com – Tanaman krokot (Portulaca oleracea), yang selama ini sering dianggap sebagai gulma liar di pekarangan atau ladang, ternyata menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan. Tanaman berdaging dengan daun kecil berbentuk oval ini tumbuh subur di daerah tropis maupun subtropis, dan kini mulai dilirik sebagai superfood alami yang murah meriah.

Kaya Kandungan Gizi

Menurut penelitian, krokot memiliki kandungan gizi yang luar biasa. Tanaman ini mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi, bahkan lebih banyak daripada sebagian besar sayuran daun lainnya. Selain itu, krokot kaya akan vitamin A, C, dan E, zat besi, kalsium, magnesium, serta antioksidan seperti beta-karoten dan glutathione.

Baca Juga:  Bandara Ngurah Rai Raih Protokol Kesehatan Terbaik se-Asia Tenggara

“Jarang ada tanaman liar yang memiliki profil nutrisi sebaik krokot. Ini bisa jadi alternatif makanan sehat, terutama di wilayah yang akses sayuran segar terbatas,” ungkap dr. Andini Prasetya, ahli gizi dari Universitas Indonesia.

Manfaat Bagi Kesehatan

Kandungan gizinya membuat krokot bermanfaat dalam berbagai aspek kesehatan, antara lain:

Menjaga kesehatan jantung, berkat asam lemak omega-3.

Membantu mengontrol kadar gula darah, cocok untuk penderita diabetes.

Meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan vitamin C dan antioksidan.

Membantu pencernaan dengan serat alaminya.

Mendukung kesehatan mata berkat vitamin A yang tinggi.

Baca Juga:  Ngamuk Bawa Pedang, ABK Asal Sumbawa Diciduk

Tumbuh di Mana Saja

Krokot tumbuh hampir di seluruh wilayah Indonesia, terutama di tanah yang lembap dan terbuka. Ia mudah ditemukan di kebun, pinggir jalan, bahkan sela-sela batu. Sifatnya yang tahan banting dan tidak membutuhkan perawatan khusus membuatnya ideal sebagai tanaman pangan alternatif.

Cara Mengolah Krokot

Daun dan batang krokot bisa dimakan mentah maupun dimasak. Beberapa cara memasaknya antara lain:

Sebagai lalapan segar, setelah dicuci bersih.

Dimasak tumis atau ditumis bawang putih seperti kangkung.

Dimasukkan ke dalam sup atau sayur bening.

Dicampur dalam salad atau smoothie hijau.

Rasanya agak asam dan sedikit renyah, menjadikannya tambahan menarik untuk berbagai hidangan.

Baca Juga:  Tabanan Siapkan Rp 3 Miliar untuk Bonus Atlet

Dari Gulma ke Superfood

Dengan potensi nutrisi dan manfaat kesehatan yang besar, tanaman krokot kini mulai diperkenalkan ke dalam program pangan lokal dan urban farming. Para ahli pertanian mendorong masyarakat untuk mengenali potensi tanaman liar seperti krokot sebagai solusi ketahanan pangan dan gaya hidup sehat.

“Kadang yang kita butuhkan untuk hidup sehat sudah tumbuh liar di halaman rumah sendiri,” tutup dr. Andini sambil tersenyum. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR