Denpasar, Baliwakenews.com
Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan Bali sudah berada di posisi strategis sebagai pusat meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) dunia. Kini, ia mendorong seluruh pelaku industri pariwisata membangun standar MICE khas Bali yang berbasis budaya lokal dan berdampak langsung pada UMKM.
Pernyataan itu disampaikan Koster saat menerima audiensi jajaran Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5/2026).
“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Dunia datang ke Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan VVIP terjamin, dan yang paling penting budaya Bali tidak dimiliki daerah lain,” tegas Koster.
Menurutnya, kekuatan Bali tidak hanya terletak pada hotel mewah, ballroom, atau convention center bertaraf internasional. Justru budaya Bali menjadi nilai jual utama yang membuat Pulau Dewata unggul dibanding destinasi MICE lain di dunia.
Koster mencontohkan suksesnya penyelenggaraan G20 Bali Summit 2022 dan World Water Forum 2024 yang mampu menghadirkan puluhan ribu delegasi dari berbagai negara.
Dalam forum internasional tersebut, Bali dinilai berhasil memadukan fasilitas modern dengan filosofi budaya lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, dan sistem subak.
“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi kekuatan utama adalah budaya Bali,” ujarnya.
Karena itu, Koster meminta BaliCEB segera merumuskan standar penyelenggaraan MICE khas Bali agar memiliki identitas yang kuat dan berbeda dibanding destinasi internasional lainnya.
“Kontennya harus orisinal dan punya karakter Bali. Semua penyelenggara harus punya acuan yang jelas,” katanya.
Tak hanya soal citra internasional, Koster juga menyoroti pentingnya dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Ia meminta setiap event MICE wajib melibatkan UMKM Bali, mulai dari transportasi, dekorasi, kuliner hingga souvenir.
“MICE harus menggerakkan ekonomi lokal Bali. Spirit kelokalan harus dibangkitkan supaya manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Koster memastikan pemerintah terus membenahi persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi perhatian wisatawan internasional.
Ratusan Pelaku Pariwisata Siap Gabung BaliCEB
Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau, Ketut Jaman mengungkapkan antusiasme pelaku industri pariwisata terhadap BaliCEB sangat tinggi.
“Sudah ratusan pelaku industri ancang-ancang bergabung. Kita ingin Bali benar-benar menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.
Menurutnya, Bali memiliki ratusan fasilitas pendukung MICE, termasuk sekitar 30 ballroom besar berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di kawasan pariwisata utama.
Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di The Meru Sanur. Organisasi ini menargetkan Bali menjadi destinasi utama ribuan agenda meeting internasional setiap tahun.
Selain mendukung industri pariwisata, BaliCEB juga siap membantu sosialisasi pungutan wisatawan asing kepada peserta dan penyelenggara event internasional di Bali.
“MICE sangat membantu okupansi hotel dan kunjungan wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. BWN-03

































