Denpasar, Baliwakenews.com
Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan Bali membutuhkan kepastian ketersediaan energi berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Hal tersebut disampaikan saat membuka Asia Pacific Offshore Exploration Symposium (APEX) 2026 di Hotel Padma Resort Legian, Rabu (15/4/2026).
Menurut Koster, forum internasional tersebut menjadi momentum strategis bagi Bali dan Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor energi lepas pantai.
“Sebagai destinasi wisata dunia, Bali membutuhkan kepastian ketersediaan energi yang berkelanjutan. Ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Bali ke depan,” tegas Koster.
Forum APEX 2026 diikuti 225 peserta dari 15 negara yang terdiri dari pemerintah, perusahaan energi global, akademisi, hingga lembaga riset nasional dan internasional. Simposium ini membahas teknologi eksplorasi lepas pantai, energi terbarukan, peluang investasi, serta isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Koster menegaskan, pengembangan energi berkelanjutan sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, yang salah satu fokusnya adalah mewujudkan kemandirian energi.
Ia juga menyinggung kebijakan energi bersih Bali melalui Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 yang mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan, termasuk potensi energi laut seperti gelombang dan arus laut.
“Teknologi eksplorasi lepas pantai sangat relevan bagi Bali dan Indonesia, terutama dalam memanfaatkan energi baru terbarukan dari laut,” ujarnya.
Koster juga menyatakan kesiapan Bali untuk berkolaborasi dalam pengembangan eksplorasi lepas pantai yang diyakini mampu membuka peluang investasi serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi.
Sementara itu, Presiden Society of Exploration Geophysicists, Joseph M. Reilly, mengungkapkan antusiasmenya atas penyelenggaraan forum internasional tersebut di Bali.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar eksplorasi lepas pantai karena memiliki cekungan sedimen yang luas serta dukungan teknologi pencitraan seismik canggih dan kecerdasan buatan (AI).
Simposium ini juga menghadirkan sejumlah pembicara penting, termasuk Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dan Business Line Director Data & AI Platform SLB Jamie Cruise.
Forum APEX 2026 diharapkan menjadi langkah awal memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong investasi sektor energi berkelanjutan di Bali dan Indonesia. BWN-03

































