Denpasar, Baliwakenews.com
Pada Selasa (18/4) siang, KONI Badung kedatangan tamu dari KONI Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Dalam kunjungan kerja itu, KONI Malinau lebih banyak ‘belajar’ terkait administrasi olahraga, utamanya soal perhatian kepada olahragawan berprestasi dan dana hibah.
Sekum KONI Malinau, Antovianus usai pertemuan menjelaskan ada beberapa hal yang pihaknya gali dan ingin ditiru serta diterapkan di tempatnya yakni terkait administrasi kantor, apresiasi KONI terhadap olahragawan berprestasi, pengelolaan dana hibah, dan pembinaan atlet.
“Jadi yang kami fokus ingin terapkan soal bagaimana pola kami nantinya untuk mengelola dana hibah, pembinaan dan apresiasi atau bonus kepada olahragawan berprestasi,” ujar Antovianus.
Selain itu, pihaknya juga mendapat masukan agar mengedepankan sisi IT atau informasi publik guna mendukung sekaligus transparansi organisasi. Sementara Ketua Umum KONI Badung, I Made Nariana menambahkan kunker tersebut sebenarnya saling tukar pikiran dan inovasi. “Jadi mereka ingin mengetahui cara Badung dalam mengembangkan olahraga, pengadministrasian dana hibah, dan perhatian atlet. Katanya kalau di sana yang diperhatikan hanya atlet saja, sedangkan kami di Badung atau Bali pada umumnya, para official, pelatih juga mendapat bonus meski jumlahnya berbeda,” beber mantan Ketua Umum KONI Bali ini.
Selain itu, KONI harus tegas kepada cabor dan tidak mudah ditekan meski ketua umum cabang olahraganya orang-orang berpengaruh. “Harus tegas, kalau dana terbatas juga harus terbuka. Kalau tidak puas lapor ke Bupati atau pimpinan daerah dan nanti bisa dijelaskan sesuai data. Kalau kami pakai sistem grade plus prestasi, sehingga hak yang didapat menjadi jelas tergantung pencapaian cabor itu dalam sisi prestasi,” pungkas Nariana. BWN-06





























