Tabanan, baliwakenews.com
Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa (Unwar) berkolaborasi dengan Universitas Teknologi Mara, Universitas Putra Malaysia, dan Woman Emporwerment and Community Developmen Philipine, menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Intrenasional, beberapa waktu lalu di Kelompok GAPOKWATAN Lumbung Rasa, Desa Penbel Tabanan, Bali. Kegiatan fokus pada transfer teknologi tentang inovasi teh Kombucha berbasis Rosella.
Kegiatan menghadirkan narasumber Ts Dr. Aida Firdaus Bt Muhammad Nurul Azmi dari Fakultas Sains Gunaan Universitas Teknologi Mara dan Ir. I Wayan Sudiarta, M.P dari Prodi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa.
PKM diketuai oleh Dr. Ni Made Ayu Suardani Singapurwa, S.TP., M.Si dan dihadiri oleh dosen TPHP Unwar. Kegiatan dilaksanan di Pondok Indi Desa Penebel Tabanan yang dihadiri 10 peserta yang merupakan anggota Kelompok GAPOKWATAN Lumbung Rasa yang diketuai oleh Ns. Ni Kade Ayu Dharma Putri, S.Kep.
Ayu Suardani Singapurwa, memaparkan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) adalah organisasi yang beranggotakan petani-petani di suatu desa atau kelurahan. Tujuan pembentukan Gapoktan adalah Meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha; Memfasilitasi kegiatan-kegiatan pertanian; Memperkuat kelembagaan petani; Memanfaatkan sumber daya secara optimal; Meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial; Meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kehidupan yang lebih baik bagi anggotanya.
“Gapoktan dapat berperan sebagai: Unit usahatani/produksi; Unit usaha pengolahan; Unit usaha pemasaran; Fasilitasi pemasaran hasil pertanian anggotanya; Fasilitasi Bantuan Pinjaman modal usaha untuk petani anggota. Gapoktan dapat memberikan pelayanan kepada anggotanya seperti: penggunaan alat mesin pertanian, teknologi dalam pengolahan hasil produksi komoditas, pengembangan jejaring dan kemitraan dengan pihak lain, pemasaran langsung, informasi harga komoditas,” terangnya.
Salah satu kelompok GAPOKWATAN yang sudah aktif berkegiatan yaitu Gapokwatan Lumbung Rasa, dengan Ketuanya Ns. Ni Kade Ayu Dharma Putri, S.Kep, yang beralamat di Desa Pitra Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan Provinsi Bali. Berjarak 35 km dari Universitas Warmadewa, atau jarak tempuh perjalanan berkendaraan sekitar 1 jam. Terdapat 23 Kelompok Wanita Tani yang tergabung di Pondok Indi, GAPOKWATAN Lumbung Rasa yang mengolah potensi lokal untuk menjaga ketahanan Pangan.
Basis komoditi pertanian adalah rosella dan potensi lokal lainnya seperti markissa, keladi dan tanaman lainnya. Saat ini sudah dilakukan penanaman Rosella secara tumpang sari dengan bayam Brazil. “Kelompok ingin meningkatkan pengetahuan dan pendapatan mereka, serta mengembangkan usaha kelompok terkait dengan banyaknya wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke lokasi Wisata Jatiluwih yang merupakan sasaran pasar dari produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, kelompok memohon kepada Universitas Warmadewa untuk memberikan IPTEKS dan inovasi untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi,” ujarnya.
Tim PKM melakukan analisis situasi untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kelompok GAPOKWATAN Lumbung Rasa di Penebel, penting untuk mempertimbangkan konteks yang lebih luas dari pengabdian masyarakat dan pelestarian budaya.
“Integrasi teknologi modern dan strategi ekonomi dengan praktik tradisional dapat menciptakan model berkelanjutan untuk pengembangan masyarakat. Namun, penting untuk menyeimbangkan elemen-elemen ini untuk memastikan bahwa warisan budaya tidak dibayangi oleh pengejaran ekonomi,” tukasnya.
Pendekatan ini akan membantu dalam menciptakan komunitas yang tangguh dan bersemangat yang menghargai masa lalu dan masa depannya. Untuk mengidentifikasi masalah prioritas bagi kelompok GAPOKWATAN Lumbung Rasa di Penebel untuk pengabdian kepada masyarakat, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dan tantangan unik yang dihadapi oleh masyarakat. Mengambil wawasan dari berbagai inisiatif pengabdian masyarakat, pendekatan komprehensif dapat dikembangkan untuk mengatasi kebutuhan ini secara efektif. Fokusnya harus pada pembangunan berkelanjutan, pengembangan kapasitas, dan peningkatan ketahanan masyarakat.
“Permasalahan mitra yang selama ini dihadapi adalah adanya pengolahan Rosella yang sudah dilakukan akan tetapi terkendala dalam pengemasan yang bisa bertahan jangka panjang dengan harga yang terjangkau. Produk-Produk yang dihasilkan juga mengalami kendala dalam pemasaran,” ungkapnya.
Selain itu teh rosella yang dihasilkan belum memiliki manfaat kesehatan yang optimal. Sehingga tim PKM memberikan pelatihan pembuatan teh kombucha berbasis rosella untuk meningkatkan manfaat kesehatan teh.
Pengabdian masyarakat untuk memproduksi produk kombucha roselle melibatkan pemahaman manfaat kesehatan, proses fermentasi, dan strategi keterlibatan masyarakat. Kombucha roselle, terbuat dari bunga Hibiscus sabdariffa, adalah minuman fungsional yang dikenal karena sifat antibakteri, antioksidan, dan penurun kolesterol.
Diungkapkan manfaat kesehatan Kombucha Roselle yaitu Sifat Antibakteri: Kombucha roselle telah menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan, terutama terhadap Escherichia koli, dengan penghambatan paling efektif diamati setelah 15 hari fermentasi.
Efek Antioksidan dan Antihiperkolesterolemia: Minuman ini kaya akan antioksidan, yang meskipun sedikit menurun selama fermentasi, tetap efektif. Ini juga secara signifikan mengurangi kadar kolesterol, dengan penurunan 56% diamati dalam sebuah studi.
Selain itu manfaat Kombucha Roselle bagi kesehatan darah dalam penelitian pada hewan, kombucha roselle telah terbukti mempertahankan profil darah normal, menunjukkan manfaat potensial bagi kesehatan darah manusia.
Kombucha roselle dibuat dengan memfermentasi kelopak roselle dengan gula dan starter mikroba. Waktu fermentasi optimal bervariasi, dengan manfaat kesehatan yang signifikan diamati pada tahap yang berbeda, seperti 3 hari untuk pengurangan kolesterol dan 15 hari untuk aktivitas antibakteri. Komposisi Mikroba: Proses fermentasi melibatkan komunitas mikroba yang kompleks, termasuk bakteri seperti Komagataeibacter dan ragi seperti Kluyveromyces, yang berkontribusi pada sifat meningkatkan kesehatan minuman.
Dalam pelatihan kepada masyarakat tim PKM melakukan pelatihan untuk mendidik masyarakat tentang manfaat kesehatan dan proses produksi kombucha roselle. Gunakan beragam metode seperti demonstrasi, video, dan materi cetak untuk memenuhi preferensi pembelajaran yang berbeda.
“Kami mendorong anggota masyarakat untuk mengeksplorasi kewirausahaan dengan memproduksi dan menjual kombucha roselle. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mendorong pembangunan ekonomi lokal,” ujarnya.
Hal tersebut dilakukan dengan program percontohan skala kecil untuk menyempurnakan proses produksi dan mengumpulkan umpan balik komunitas. Ini dapat membantu dalam mengidentifikasi tantangan potensial dan area untuk perbaikan. “Untuk kemitraan dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan organisasi dan bisnis kesehatan setempat untuk mendukung inisiatif dan menyediakan sumber daya seperti peralatan fermentasi dan dukungan pemasaran,” sarannya.
Kombucha roselle menawarkan banyak manfaat kesehatan, penting untuk mempertimbangkan tantangan potensial seperti memastikan kualitas produk yang konsisten dan mengatasi masalah kesehatan yang terkait dengan fermentasi. Selain itu, penerimaan masyarakat dan kemauan untuk mengadopsi praktik baru dapat bervariasi, membutuhkan strategi keterlibatan yang disesuaikan. “Informasi selengkapnya dapat dilihat pada website www.warmadewa.ac.id”. BWN-03

































