Badung, baliwakenews.com
Pembagian sembako secara serentak ke 6.030 KK dari 50 Banjar yang ada di Desa Adat Kerobokan dilaksanakan, Minggu (9/8). Pembagian sembako senilai kurang lebih Rp 1.3 Miliar tersebut bersumber dari dana desa adat dan LPD Kerobokan. Hal ini sebagai wujud kepedulian desa adat,satgas covid-19 Desa Adat Kerobokan dan LPD sebagai lembaga keuangan desa terhadap dampak covid-19 yang menyebabkan krisis kesehatan juga menjadi krisis ekonomi.
Penyerahan secara simbolis bantuan ini dilalukan Ketua Satgas Covid -19 Gotong Royong Desa Adat Kerobokan, AA Bagus Bayu Joni Saputra bersama Jro Bendesa Adat, AA Putu Sutarja dan Ketua LPD Desa Adat Kerobokan, I Ketut Sender, bertempat di Pura Puseh lan Desa, Desa Adat Kerobokan. Bendesa Adat Kerobokan AA Putu Sutarja memaparkan penyerahan bantuan sembako di desa adat sebenarnya sudah dilakukan sejak Bulan Maret hingga Juli kepada warga yang tidak mampu. Untuk saat ini pihaknya di desa adat bersama LPD menyerahkan bantuan ke seluruh krama KK sebanyak 6.030 KK dari 50 banjar yang ada di Desa Adat Kerobokan.
Pihaknya berharap semoga sembako ini bermanfaat bagi krama desa adat Kerobokan. Di sisi lain diharapkannya kepada masyarakat dalam status masih pandemi covid agar Tetap mengikuti himbauan pemerintah menjaga jarak (fisical distancing), sosial distancing, menjaga kesehatan dan tetap berdoa sama Tuhan agar pandemi ini cepat berlalu. “Mengapa kita bagikan sembako ini tgl 9 Agustus 2020 karena menyongsong hari kemerdekaan RI, dgn semangat para pejuang-pejuang kita Indonesia bisa merdeka. Angka 9 merupakan angka tertinggi di Bali dan ada 9 arah mata angin, agar seluruh penjuru krama yang ada di desa adat Kerojokan dapat merasakan perhatian dari desa adat dan LPD,” paparnya.
Selaku Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Kerobokan, AA Bagus Bayu Joni Saputra memaparkan, menggeliatkan ekonomi bidang pariwisata dalam menuju tatanan Bali era baru harus kreative dan inovatif. Baik dari pemasaran, produksi, efisiensi berbasis digital dengan protokol kesehatan.
Sektor UMKM pemerintah diharapankannya bergerak cepat, tepat sebagai regulator,fasilitator,mediator dalam membuat kebijakan strategis untuk menyelamatkan UMKM. Baik dari segi pembayaran hutang,akses permodalan, perijinan, kesempatan penyerapan hasil produksi dan perijinan harus dipermudah,dipermurah dan dipercepat. LPD sebagai lembaga keuangan desa mempunyai peran yang sangat besar dengan perekonomian berbasis adat dan budaya yang menjadi bagian dari program Nangun Sad Kertih Loka Bali. Dimana akan sangat tahu kondisi dan potensi desa dan masyarakatnya. “Karena saat ini hanya pengusaha dengan pekerja dan pemerintah yang mempunyai sense of crisis lah yg mampu memulihkan, penyelamatkan ekonomi dari keterpurukan yang lebih dalam,” ujar Pemilik Bayus Cargo tersebut.
Satgas gotong royong desa adat kerobokan kata dia dari awal sudah mengimbau bagi warga desa adat kerobokan untuk menanam tanaman di pekarangan,tegalanan dan sawah-sawah untuk ketahanan pangan dan kemandirian pangan. “Seperti yang sempat disampaikan Ibu Ketua dekranasda Bali Nyonya Putri Koster yakni Berbasis pertanian,” ujarnya. BWN-04


































