Kuta, baliwakenews.com
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, saat ini telah memutuskan untuk menetapkan harga minyak goreng di kisaran harga Rp 14 Ribu per liter per 19 Jan 2022. Menindaklanjuti keputusan tersebut, Kamis (20/1) pagi Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Kab. Badung, Made Widiana melakukan sidak ke pasar Kuta II. Tujuan turun lapangan romjongan Kadiskop ini untuk memantau dan mensosialisasikan harga minyak goreng kepada para pedagang di Pasar tersebut.
Hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar pedagang belum mengetahui penetapan harga tersebut dan masih memberlakukan harga lama dengan kisaran Rp 20-22 Ribu per liter. Widiana menyarankan ke pedagang di pasar-pasar tradisional agar segera menyesuaikan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah. Untuk di pasar tradisional, penyesuaian harga minyak goreng untuk semua merek ini penyesuaiannya diberi waktu hingga Rabu (27/1) mendatang. “Setelah hari Rabu depan, kami harapkan semua pedagang sudah harus menerapkan harga Rp 14 ribu,” imbuh Pejabat asal Kedonganan tersebut.
Hampir semua pedagang menyambut positif sosoalisasi tersebut. Bahkan ada salah seorang diantaranya berharap agar bisa dibantu mencari distributor untuk memperoleh harga sesuai yang ditetapkan pemerintah tersebut. “Kalau ada distributor kan bisa nanti kami padukan dengan yang lama pelan-pelan menyesuaikan,” harapnya.
Widiana merespon positif harapan pedagang tersebut. Dia menyampaikan nantinya beberapa distributor yang ada akan dihubungi, dan diharapkan memberikan informasi kepada pedagang terkait kebijakan baru tersebut. Dengan langkah tersebut diharapkannya pemberlakukan harga-harga ini bisa tersambung antara distributor dengan pedagang.
Selain itu, pihaknya juga akan rutin turun untuk memantau harga. Karena itu merupakan kewajibannya untuk mensosialisasikan secara luas.
Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, Made Sukantra menambahkan, sosialisasi yang dilakukan bersama Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerugian di pedagang dengan adanya penyesuaian harga minyak goreng tersebut. Dia juga menegaskan, pihaknya akan turun ke seluruh pasar untuk melakukan sosialisasi penyesuaian tersebut. Selain di pasar Kuta 2, dan Kuta 1, dia juga menyasar pasar Sembung, pasar Petang dan pasar lain di Badung. Dia berharap jangan sampai pedagang mengalami kerugian lebih besar, karena pengambilan barang yang lebih banyak sehingga terjadi stok yang menumpuk. “Saya arahkan untuk membeli sesuai jumlah penjualan setiap harinya. Mudah-mudahan pedagang tidak banyak yang rugi, terlebih saat ini kondisi yang berat di masa pandemi,” harapnya. BWN-04

































