Kembangkan Industri Pangan Lokal, Distan Bali Fasilitasi Gandola

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews. com

Bali menjadi pasar potensial bagi industri pangan dari daerah tetangga, seperti misalnya Bali diserbu kerupuk dari luar. Hal tersebut mendorong Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menurut Kabid Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Distan Bali, Ir. I Nyoman Suarta, M.Si., berupaya mengembangkan industri pangan lokal.

“Mungkin orang melihatnya sangat sepele, kerupuk menyerbu Bali. Padahal perputaran uangnya cukup besar dan UMKM di Bali sangat mampu untuk memproduksi kerupuk yang menjadi kebutuhan masyarakat Bali, ” ucapnya lebih lanjut sambil mengatakan itu baru kerupuk belum produk pangan lainnya. Bila peluang ini bisa dimanfaatkan oleh ibu- ibu PKK, apalagi di tengah pandemi Covid- 19 saat ini maka perekonomian Bali bisa lebih stabil meski pariwisata masih terpuruk. “Ini untuk mengisi waktu ibu- ibu yang luang termasuk para karyawan hotel yang terdampak Covid. Ada banyak potensi yang kita miliki,” ucap Suarta.

Baca Juga:  Rai Mantra Terima Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Selain itu pihaknya juga menargetkan mengembangkan keanekaragaman pangan, sehingga terjadi diversifikasi pangan. “Kebiasaan masyarakat kita sudah makannya nasi ( karbohidrat), sayurnya mie juga karbohidrat, lauknya bergedel juga karbohidrat sehingga numpuk karbohidrat yang berdampak buruk bagi kesehatan. Banyak orang terserang diabetes dan juga obesitas akibat tidak makan yang bergizi, berimbang, sehat, dan aman untuk dikonsumsi( B2SA) tidak terpenuhi, ” tukasnya sembari mengatakan untuk itu dibutuhkan diverifikasi pangan.

Dilanjutkan, saat ini sudah mulai banyak olahan pangan dari bahan pangan alternatif seperti jagung, ketela dan lainnya sehingga semakin banyak variasi pangan lokal. “Seperti Purnawarman Cake yang mengolah jagung menjadi produk pangan yang digemari masyarakat. Kami berikan mereka pelatihan dan juga bantuan rak gandola untuk memajang produknya, ” terangnya.

UMKM pangan yang telah dibina ada 900 lebih, namun ia mengatakan tidak bisa memfasilitasi semuanya. Saat ini baru 140 UMKM yang sudah difasilitasi sejak 2019. Untuk 2020 pihaknya memberikan pelatihan kepada 10 unit UMKM dan memberikan bantuan 18 buah gandola. Sedangkan pada 2021 ini diberikan pelatihan kepada 20 unit UMKM dan bantuan 20 buah gandola.

Baca Juga:  Gol Telat Spaso Selamatkan Muka Bali United

“Sebenarnya sudah dari dulu kita dorong pertumbuhan UMKM pangan ini tapi tidak jalan-jalan. Setelah kami telusuri penyebabnya UMKM belum apa-apa sudah kita suruh buat ijin, buat rumah kemasan itu sangat berat dan pasti mereka tidak mau, karena pasar juga belum jelas. Sekarang kita balik, kita pasarkan dulu, ” ucap Suarta.

Pihaknya mendorong pemasaran pangan lokal ini melalui kerjasama dengan BUMDes dan Koperasi di tingkat desa. Dengan demikian perekonomian berputar di desa. Transportasi juga tidak panjang dari UMKM langsung ke masyarakat di desa. Sirkulasi uang di desa tumbuh. “Setelah produk ini dikenal, baru kita percantik kemasan dan suruh urus perijinan dan juga DEPKES -nya. Maka pasar akan semakin terbuka dan bisa dipasarkan di pasar modern dan bisa dipasarkan ke luar Bali, ” tuturnya.

Baca Juga:  Negatif Covid-19, Tiga PMI Asal Pemogan Dipulangkan

Keseriusan pengembangan industri pangan lokal tersebut dibuktikan dengan dirancangnya pembuatan dua outlet sebagai induk tempat pemasaran produk pangan UMKM di Penglipuran dan Tegal. “Kita rancang seperti pasar oleh-oleh kecil, karena kalau produk UMKM ingin masuk ke pasar oleh-oleh banyak sekali persyaratannya. Ini sama dengan toko tani Indonesia (TTI). Bedanya TTI outlet pemasaran beras sehingga harga beras di bali flat, dan petani menikmati harga yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain, ” pungkas Suarta. *BWN- 03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR