Kamis, Beberapa Ruas Jalan di Legian akan Ditutup

Iklan Home Page

Legian, baliwakenews.com
Desa Adat Legian menggelar Upacara Mesuci atau Ngerehang Kamis (3/1). Terkait hal ini sejumlah Jalan akan ditutup. Penutupan jalan-jalan ini akan dilakukan mulai pukul 20.00-02.00 wita hingga prosesi upacara selesai. Adapun jalan yang akan ditutup yakni Jalan Legian, Jalan Patih Jelantik, Jalan Sriwijaya, dan sebagian Jalan Mataram. Upacara Mesuci atau Ngerehang dilakukan terhadap Pelawatan Rangda Tiga dan Ida Ratu Ayu Desa Adat Legian, bertempat di Kuburan Desa Adat Legian.

Bendesa Desa Adat Legian, A.A. Made Mantra, mengungkapkan sebenarnya rangkaian acara adat ini telah mulai dilaksanakan. Dimana pada Kamis 3 Februari 2022 merupakan puncak Upacara. Pelaksanaan upacara tersebut merupakan keputusan paruman terkait mensucikan di Setra Desa Adat.  “Prosesi sakral ini berdasarkan  pawisik atau perintah Tuhan untuk menyucikan atau melakukan ritual suci yang dilakukan di areal Setra setempat,” ujarnya sembari mengungkapkan kalau prosesi Ngerehang di Desa Adat Legian merupakan petapakan anyar (baru) yang rangkaiannya dari Melaspas, Ngatep, dan Pasupati serta Ngerehang. “Pasupati itu diartikan sebagai upacara memberi roh kepada petapakan yang baru selesai diodak/diperbaiki. Adapun pengertian disucikan adalah dimuliakan kembali,” bebernya.

Baca Juga:  Selama G20, Anjing Liar di Kutsel akan Direlokasi

Dia menambahkan petapakan saat Ngerehang mendapat kekuatan dari Dewa Siwa yang merupakan tedung jagad untuk memayungi atau mengayomi umat manusia supaya diberi keselamatan dan kerahayuan. Dijelaskannya saat acara Ngerehang ini dilaksanakan suasananya harus hening, gelap, lampu dimatikan serta musik tidak boleh dibunyikan. Ketua LPM Legian, Wayan Puspa Negara menambahkan titik poin yang akan ditutup diantaranya, Jalan Legian, Jalan Patih Jelantik, dan Jalan Majapahit Ujung Utara, serta sebagian Jalan Mataram. “Kegiatan Penutupan jalan akan dimulai pada pukul 20.00 malam untuk mendukung upacara Ngerehang agar berlangsung dengan khidmat, lancar dan aman,” jelasnya.

Baca Juga:  Rute Australia Kian Diminati, Bandara Ngurah Rai Kembali Terima Tambahan Penerbangan Batik Air

Pada prosesi sakral ini, sambung dia lampu penerangan jalan di beberapa titik juga akan dipadamkan. Begitu suara musik dan angkringan sepanjang ruas jalan dimaksud agar ditiadakan selama upacara Ngerehang berlangsung. Sekretaris Desa Adat Legian, I Wayan Sunadi mengungkapkan, Ngerehang di Desa adat Legian sebagai bentuk pelaksanaan Tradisi/Dresta Desa sebagai warisan yang adiluhung yang sudah dilaksanakan secara turun temurun. Dimana pelaksanaannya dalam waktu yang tidak tentu atau tidak pasti. Pada umumnya berkisar 2 sampai lima tahun sekal Lurah Legian, Putu Eka Martini menambahkan pihaknya di kelurahan akan mendukung upacara ini dari segi keamanan dan kenyamanan.
Selain itu juga dari sisi  pelayanan kesehatan. Karena dalam situasi pandemi Covid-19, pihaknya  bekerjasama dengan Rumah Sakit  Murni Teguh melakukan pengecekan suhu dan lain sebagainya Senin (31/1). “Kami bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk pemadaman lampu dan menjaga kelancaran lalu lintas sepanjang jalan Legian. Pelaksanaan prosesi sakral ini juga mengikuti prokes dan saat puncak perayaan di Setra Desa Adat Legian tetap disterilkan.BWN-04

Baca Juga:  Di G20 Presiden Jokowi Minta Akhiri Perang untuk Selamatkan Dunia

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR