Kadek Adiasih Persembahkan Medali Perunggu di Ajang IFSC Climbing World Cup 2025

Iklan Home Page

Nusa Dua, baliwakenews.com

Kadek Adi Asih, 18, atlet panjat tebing Buleleng berhasil memberi kejutan di ajang bergengsi IFSC Climbing World Cup 2025, di Peninsula, Nusa Dua, Badung. Dalam kejuaraan internasional yang kali pertama diikuti, Adiasih mengamankan medali perunggu untuk tim Indonesia.

Gadis asal Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng ini mengungguli lawannya Jeong Ji Min asal korea Selatan pada babak semifinal perebutan perunggu. Adiasih mencatatkan waktu 7,27 detik sementara lawannya Jeong Ji Min, tertinggal di 9,00 detik.

Hasil kejuaraan yang ditorehkan Adiasih medali menjadi kejutan. Sebab Adiasih sejak awal memang tidak dijagokan oleh FPTI, mengingat ia baru bergabung di Pelatnas sejak 15 April 2025.

Baca Juga:  Dramatis di Tebing Pantai Pandawa, Tim SAR Selamatkan Pria yang Terjebak Saat Menolong Anjing

Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid mengatakan atlet-atlet yang diterjunkan saat ini putra-putri terbaik Indonesia. Yenny bersyukur, Kadek Adiasih bisa mengharumkan nama Indonesia dengan raihan medali perunggu.

“Panjat tebing sebagai olahraga elit dunia bukan semata-mata skill saja. Ini juga butuh mental agar lebih sabar dan tidak buru-buru. Tetapi mereka tetap memberikan yang terbaik,” jelas Yeni Wahid.

Ketua FPTI Bali Putu Yudi Atmika berharap kedepan agar lebih banyak lagi atlet muda Bali yang bisa menembus kejuaraan dunia. Tak hanya itu, pihaknya juga mempunyai keinginan agar di usia 16 tahun, atlet-atlet muda khusunya panjat tebing asal Bali, sudah bisa merasakan kejuaraan dunia.

Baca Juga:  Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri Upacara Ngeratep Tapakan di Pura Dalem Bebalang Carangsari

“Kita ingin anak-anak Bali bisa juara dunia di usia 15-16 tahun seperti atlet Jepang. Ke depan, kalau kita kembali jadi tuan rumah, kita ingin bisa kirim 4-5 atlet,” harap Yudi.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Buleleng, Ketut Wiratmaja memberikan apresiasi atas sejarah yang dicetak oleh Kadek Adiasih. Wiratmaja menilai, hasil pembinaan yang dilakukan oleh FPTI Provinsi Bali sukses mencetak atlet-atlet berkelas dunia.

“Ini bukti bahwa slogan kami ‘Small is Gold’ bukan sekadar kata-kata dua atlet dikirim, satu berhasil bawa pulang medali perunggu.” terang Wiratmaja.

Kebanggaan tersendiri juga dirasakan oleh Ibu Adiasih, Luh Putu Sutarjani. Sang ibu mengungkapkan haru dan rasa syukur yang mendalam atas capaian anak keduanya ini. Ia pun tidak menduga, Adiasih bisa meraih perunggu di ajang kelas dunia.

Baca Juga:  9 Pelukis Wayang Badung Bertarung di PKB 2026, Hanya 2 Digembleng Sanggar Khusus Sejak Februari

Hadir langsung menyaksikan keberhasilan anaknya Sutarjani sempat lemas karena perasaan haru dan gembiranya. Bahkan ia sempat cek tekanan darahnya oleh tim medis.

“Saya tidak bisa berkata-kata banyak. yang jelas sebagai orangtua kami bangga, gembira sampai gemetar menyaksikan perolehan medali Kadek,” ucap Sutarjani. BWN-06

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR