Jimbaran Bergerak Cepat Hadapi Krisis Sampah Dari Antrean Panjang ke Solusi Mandiri

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Pagi itu, truk-truk sampah berwarna hijau dan kuning bergantian masuk ke halaman TPS3R Mandiri Jimbaran Lestari. Bau menyengat yang biasanya melekat pada tumpukan sampah, entah bagaimana, terasa berkurang. Di sudut halaman, sebuah mesin pengolah sampah bekerja tanpa henti, menghancurkan, memisahkan, lalu mengubah sisa-sisa yang tak terpakai menjadi produk bernilai.

Bagi warga Desa Jimbaran, pemandangan ini adalah secercah harapan di tengah bayang-bayang krisis. Rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung membuat wilayah di Kecamatan Kuta Selatan ini harus memutar otak. Dengan produksi sampah mencapai 30 ton per hari, menunggu tanpa solusi bukan pilihan.

“Kalau dibuang ke TPA Suwung, kami cuma dapat jadwal seminggu sekali. Itu pun harus antre sampai malam,” kata Anak Agung Bagus Mutiara Arsana Putra, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Desa Adat Jimbaran.

Baca Juga:  Wabup Hadiri HUT Ke-35 STT Wijna Karya dan Penyerahan Piala Wijna Karya Kite Festival 1

Situasi itu membuat penanganan sampah menjadi lamban. Sementara tumpukan terus menggunung, bau menyebar, dan keluhan warga kian nyaring. Kerja sama dengan Jimbaran Lestari pun lahir sebagai langkah darurat sekaligus peluang jangka panjang.

Dengan lokasi yang dekat dan tanpa antrean, transporter kini bisa membuang sampah hingga lima kali sehari. “Kami berharap Bupati Badung mendukung penuh agar kerja sama ini bisa segera resmi berjalan,” ujar Arsana. Administrasi sudah disiapkan, tinggal lampu hijau dari pemerintah kabupaten.

Desa juga mendapat bantuan satu unit truk dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. Truk ini mengangkut sampah gratis dari titik-titik tertentu hingga pukul 10.00 Wita. Namun, kebiasaan warga yang membuang sampah di luar jam membuat sistem ini kerap kacau. Ke depan, Arsana berencana memperketat aturan bersama Lurah dan Bendesa Adat, membagi 25–30 armada transporter ke wilayah-wilayah tertentu, dan memberi insentif bagi Satgas Sampah yang menjaga kebersihan.

Baca Juga:  Kunjungan Objek Wisata Meningkat, Pariwisata Bali Berangsur Pulih

Bagi Arsana, penanganan sampah bukan hanya soal operasional, tetapi juga tanggung jawab kolektif. Ia berharap para pemilik truk mau memberikan donasi bagi desa adat, demi menjaga motivasi petugas lapangan. “Kami mendukung penuh misi Bupati Badung untuk mewujudkan Badung bersih,” tegasnya.

Dari sisi pariwisata, dukungan juga mengalir. Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menilai Jimbaran Lestari sebagai aset penting. Menurutnya, fasilitas ini tak hanya mengelola sampah dengan baik, tapi juga menghasilkan produk seperti kompos dan paving block.

Baca Juga:  Dewan Badung Harapankan Kejuaraan Karate sebagai Evaluasi dan Pembinaan Atlet

“Badung sedang darurat sampah. Kita harus konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia mengajak seluruh desa di Bali membangun fasilitas pengolahan sampah setingkat TPS3R atau TPST, demi menjaga citra Bali sebagai destinasi dunia.

Suryawijaya bahkan menegaskan, fasilitas pengolahan sampah seharusnya tidak ditolak masyarakat. “Kalau dikelola baik, tidak akan bau, malah bisa jadi berkah,” ujarnya. Dengan kontribusi pajak hotel dan restoran yang mencapai Rp 7 triliun, ia yakin dukungan pemerintah dan masyarakat bisa menjadikan pengelolaan sampah sebagai prioritas utama. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR