Jembatan Suwung Lemo Tunggu Ijin Kehutanan, Pemda Badung Anggarkan 2 Miliar

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Rencana pembangunan jembatan Suwung Lemo ternyata masih menunggu proses perijinan dari Kementrian kehutanan. Hal itu diungkapakan, Kadis PUPR Badung, IB Surya Suamba menjawab haraoan warga agar jembatan ini segera terwujud, saat dihubungi Jumat (7/2/2025).

Surya Suamba mengungkapkan pihaknya di Pemkab Badung sudah menganggarkan untuk jembatan ini sebesar Rp 2 Miliar. Namun hal itu belum bisa dilakukan karena harus menunggu ijin turun dari kementrian kehutanan. Sebab jembatan ini akan dibangun di atas lahan milik kehutanan.

“Jembatan Suwung Lemo, Tanjung Benoa saat ini sedang berproses menunggu keluarnya perijinan dari kementrian kehutanan,” ujar Surya Suamba.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Salurkan Stimulan Recovery Untuk Masyarakat Terdampak  Bencana

Diapun belum bisa memastikan kapan proyek ini akan dimulai. Karenan tergantung dari kapan ijin kehutanan keluar. “Anggarannya sudah kami siapkan, besarnya 2 Miliar,” ujarnya.

Kadis yang juga Sekda Badung tersebut tidak memungkiri kalau usulan jembatan ini kembali disampaikan dalam Musrenbang Kelurahan Tanjung Benoa. Sebelumnya, Kepala lingkungan (Kaling) Anyar, I Wayan Ganti Artana, Warga Suwung Lemo, Banjar Anyar Desa Adat Tanjung Benoa sangat mengharapkan bantuan pemerintah agar jembatan ini bisa segera terwujud. Sebab pihaknya sudah bertahun-tahun harus berjuang menyeberangi sungai sembari mengusung Jenasah untuk dikubur di Kuburan Desa Adat Tanjung Benoa karena tiadanya akses ini.

Baca Juga:  Golkar Badung Pastikan Raih 11 Kursi, Gerindra 4

Di sisi lain, loloan yang harus dilalui merupakan akses terdekat menuju kuburan yang jaraknya sekitar 2 km. Namun ketika terjadi air pasang yang cukup tinggi, warga tidak bisa menyeberang sungai atau loloan. Mereka harus menunggu agar air sedikit turun sehingga bisa menggotong jenasah warga yang meninggal menerobos air di loloan tersebut.

Baca Juga:  Wagub Cok Ace Serahkan Sertifikat Asesmen Keamanan Akomodasi Pariwisata

“Warga kami di Suwung Lemo yang masuk ke lingkungan Banjar Anyar Tanjung Benoa ini memang sudah lama kesulitan dalam melakukan penguburan menuju Setra Tanjung Benoa. Karena akses satu-satunya harus melalui loloan atau rawa-rawa yang airnya cukup tinggi. Sambil mengusung Jenasah, Warga terpaksa harus basah kuyup menerobos sungai yang cukup tinggi,” papar Ganti.BWN-HB

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR