Badung, Baliwakenews.com
Gelaran kejuaraan catur Asian Youth Chess Championship 2022 yang telah berkahir Jumat (21/10) di Grand Inna Kuta, Badung memberikan berkah yang positif dari dua sisi. Pertama tentu dari sisi prestasi yang mana ajang ini merupakan panggung para pecatur muda di Asia, termasuk Indonesia bisa berbicara banyak di level internasional. Kemudian dari sisi ekonomi, tentunya menambah pendapatan Bali pasca pandemi, khususnya Badung dimana hampir seribu orang datang ke Bali dari berbagai penjuru negara di Benua Asia.
Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto saat penutupan menjelaskan ajang ini dari sisi prestasi bahwa pihaknya sedang meletakkan fundamental untuk pecatur kelompok umur agar kelak bisa terus berkembang. “Memang tidak semua bisa nantinya menjadi pecatur bergelar grandmaster atau master internasional, tapi lewat ajang ini kami ingin menumbuh kembangkan nilai-nilai atau kaedah sportifitas kepada anak-anak usia dini. Inilah tempatnya,” kata Utut Adianto sembari mengatakan Vietnam dan India mendominasi di ajang tersebut.
Sementara dari sisi ekonomi, pihaknya memberikan kesempatan kepada Bali untuk pulih. Dan memang kejuaraan catur ini adalah event pertama PB Percasi pasca pandemi. “Atletnya saja 400 ratusan. Belum lagi keluarga mereka, kalau dihitung-hitung ada sekitar 800 lebih orang yang datang ke Bali di event ini,” tegasnya.
Sementara Ketua Umum Pengprov Percasi Bali, Nyoman Budi Adnyana menambahkan pihaknya berterima kasih kepada PB Percasi, terutama GM Utut Adianto yang membersihkan kesempatan kepada Bali sebagai tuan rumah.
Menurut Budi Adnyana, dengan kepemimpinan Utut Adianto saat ini yang mendorong event-event seperti ini di Bali pasca pandemi dan menghadirkan orang banyak, bagi Bali sangat menghidupkan pariwisata. “Pak Utut jangan bosan buat event di Bali dan tentunya Bapak Gubernur Bali sangat mensupport karena beliau saat ini sedang mendorong event-event digelar di Bali,” tandasnya. BWN-06

































