Blahkiuh, baliwakenews.com
Semakin bertumbuhnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Badung menjadi hal potif untuk perkembangan ekonomi Badung, Namun Dewan pun berharap para pelaku UMKM ini bisa menangkap dan mengelola peluang usahanya dengan khas dilingkungannya masing-masing. Hal ini ditegaskan anggota Komisi III DPRD Badung, I Gusti Ngurah Saskara, SE saat diwawancarai, Senin (26/2).
“Yang penting UMKM tidak latah atau ikut-ikutan dan bisa mengelola peluang khas yang ada, kami pastikan UMKM bisa naik kelas dan sukses,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya memberi contoh, usaha Kuliner Dadong Located yang menyajikan makanan khas Penampahan Galungan dengan daging babi seperti gorengan, kuah balung, serta lawar ditambah tuak. Masyarakat pun rindu menu Penampahan Galungan tersebut pada hari-hari biasa. “Ketika ada usaha kuliner seperti ini, masyarakat pun berbondong-bondong ingin menikmatinya,” tegasnya.
Ditanya kewajiban pemerintah dalam mendukung UMKM naik kelas, Saskara menyatakan, pemerintah sudah memberi bantuan permodalan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan suku bunga yang disubsidi pemerintah, ujarnya, pelaku UMKM tak begitu terbebani oleh suku bunga bank.
Selain permodalan, katanya, pemerintah juga perlu menunjukkan apa-apa peluang yang bisa dikembangkan oleh masyarakat sehingga bidang usaha masyarakat tidak sama yang mendorong terjadinya perang tarif. “Pemerintah perlu memberi edukasi terhadap peluang-peluang usaha yang ada di tiap desa atau wilayah,” katanya lagi.
Selain itu, katanya, pelaku UMKM pemula jelas perlu pendampingan dari hulu ke hilir. Misalnya menentukan bahan baku, proses produksi hingga membuka pasar. “Kalau ini bisa dilakukan, kami pastikan pemerintah sukses mencetak wirausaha-wirausaha baru,” ujarnya. BWN-05
































