Badung, baliwakenews.com
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memperingatkan masyarakat Bali untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem hingga tiga hari ke depan.
Prakirawan BMKG, Luh Nyoman Didik Tri Utami, menjelaskan hujan deras sempat terjadi siang tadi di Bali bagian selatan, tengah, dan timur. Curah hujan tertinggi tercatat di Pelabuhan Benoa, Denpasar, mencapai 84,4 mm pada pukul 12.30 WITA, yang masuk kategori lebat.
“Hujan di Bali dalam beberapa hari terakhir cenderung bisa turun sepanjang waktu, mulai dini hari hingga malam hari. Kondisi ini dipicu belokan angin, konvergensi, serta suhu laut hangat yang memicu pertumbuhan awan hujan,” paparmya.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah:
• Tabanan (Penebel, Baturiti)
• Badung (Kuta, Kuta Selatan)
• Klungkung (Dawan)
• Bangli (Kintamani)
• Karangasem (Rendang)
• Buleleng (Banjar, Sukasada, Sawan, Kubutambahan)
• Denpasar (seluruh kecamatan)
Potensi ini bisa meluas ke wilayah lain, termasuk Mengwi, Abiansemal, Petang, Kuta Utara, Gianyar, hingga Karangasem bagian timur dan Buleleng bagian utara.
BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. “Kami imbau warga untuk selalu memantau informasi terbaru dan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah,” tegas Didik.
Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, warga diimbau untuk menunda aktivitas luar ruangan yang berisiko, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.
Sementara itu, Hujan deras yang mengguyur, Kamis (18/9/2025), membuat sejumlah titik jalan tergenang air. Meski genangan cepat surut, sempat terjadi gangguan arus lalu lintas di beberapa lokasi yang menjadi jalur utama warga dan wisatawan.
Seperti terjadi di By Pass Ngurah Rai depan kantor Bali Taksi, persimpangan Taman Griya, Perum Puri Gading menuju Jalan Blong Keker, kawasan Taman Baruna, hingga depan Hotel Intercontinental Jimbaran dan kawasan Nusa Dua Selatan. Sementara untuk di Kuta genangan terjadi di Jalan Pantai Kuta.
“Kalau yang cukup tinggi tadi di depan Intercon sekitar 20 cm, sehingga banyak kendaraan tidak bisa lewat,” ungkap Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta.
Beruntung genangan cepat surut karena tidak disertai banjir rob. “Kalau ada banjir rob itu yang susah, karena air tidak bisa langsung ke pantai,” ujarnya. BWN-04

































